ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik, Fiskal Tetap Kuat

Senin, 6 April 2026 | 16:30 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Suasana pengendara mengisi bahan bakar di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta.
Suasana pengendara mengisi bahan bakar di salah satu SPBU Pertamina di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026.

Purbaya memastikan kebijakan tersebut tetap berjalan meskipun terdapat tekanan dari kenaikan harga minyak dunia.

“Saya ingin menegaskan bahwa subsidi BBM tidak akan dihilangkan dan akan tetap ada sampai akhir tahun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi (exercise) dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata mencapai US$ 100 per barel sepanjang tahun ini. Dari perhitungan tersebut, defisit anggaran masih dapat dijaga di kisaran 2,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Dengan berbagai penyesuaian dan efisiensi, kami pastikan defisit tetap terjaga,” jelasnya.

Purbaya juga menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih kuat dan memiliki ruang bantalan untuk menghadapi risiko global.

Pemerintah, kata dia, masih memiliki cadangan anggaran dalam bentuk Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar sekitar Rp 420 triliun yang dapat digunakan jika kondisi mendesak.

“Kalau dalam kondisi tertekan, kita masih punya bantalan fiskal Rp 420 triliun,” ujarnya.

Namun, ia menilai peluang harga minyak dunia bertahan di atas US$ 100 per barel dalam jangka panjang relatif kecil, sehingga risiko terhadap APBN masih terkendali.

Purbaya pun meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi keuangan negara.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Anggaran kita masih cukup,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap kebijakan pemerintah telah melalui perhitungan matang, termasuk konsekuensi fiskalnya.

Pada sisi lain, Purbaya juga mengungkapkan dampak kebijakan penghapusan bea masuk suku cadang pesawat yang diperkirakan mengurangi penerimaan negara sekitar Rp 500 miliar.

Namun, kebijakan tersebut dinilai penting untuk mendukung efisiensi biaya industri penerbangan nasional di tengah tekanan global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

EKONOMI
Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

EKONOMI
Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

EKONOMI
Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon