Update Harga Emas Dunia Sore Hari Ini Seusai Naik 1 Persen
Selasa, 7 April 2026 | 18:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan sore hari ini, Selasa (7/4/2026), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga minyak, di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.
Harga emas spot naik 0,6% menjadi US$ 4.674,19 per ons troi pada pukul 17.17 WIB, setelah sempat menguat hingga 1% pada awal sesi perdagangan hari ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni 2026 naik 0,3% ke US$ 4.700,40 per ons troi.
Indeks dolar AS turun sekitar 0,2%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista, mengatakan emas masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi akibat perang.
“Emas didukung oleh ketidakpastian yang sedang berlangsung, tetapi kenaikannya terbatas oleh kuatnya dolar dan naiknya imbal hasil obligasi, yang biasanya menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas,” kata Ricardo Evangelista, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, investor cenderung menunggu perkembangan signifikan sebelum kembali agresif di pasar emas.
“Pelaku pasar akan cenderung menunggu sampai ada kemajuan nyata menuju de-eskalasi konflik,” kata Evangelista.
Sementara itu, harga minyak dunia memang sedikit turun, tetapi masih bertahan di atas US$ 108 per barel.
Sejak konflik dimulai, harga emas justru turun sekitar 12%. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi global. Meski emas biasanya menjadi lindung nilai inflasi, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar juga memperkirakan kecil kemungkinan bank sentral AS memangkas suku bunga tahun ini.
Di pasar logam lainnya, harga perak naik tipis 0,1% menjadi US$ 72,69 per ons troi, platinum turun 0,4% ke US$ 1.971,19, dan paladium stabil di US$ 1.485,48.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




