Industri Pupuk Jadi Penopang Ekosistem Pangan Regional
Jumat, 17 April 2026 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyebut Indonesia bakal menjadi penopang ekosistem pangan regional di tengah ancaman krisis pangan akibat gejolak global. Hal ini didukung oleh daya tahan sektor pupuk nasional yang kuat, bahkan mampu membantu negara sahabat.
“Ini membuktikan resiliensi Indonesia. Di tengah gejolak global, banyak orang selalu berpikir kita pasti rentan. Tetapi ternyata di sektor industri pupuk, agro input kita tidak rentan, justru bisa mengambil posisi sebagai salah satu penyelamat ekosistem pangan regional,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Hal tersebut seiring adanya permintaan pupuk dari negara-negara sahabat melalui Kedutaan Besar Australia, India, Filipina, dan Brasil. Dengan kapasitas produksi yang dimiliki, Indonesia dinilai mampu membantu negara lain yang membutuhkan pasokan pupuk.
“Karena kita bisa membantu negara-negara yang membutuhkan pupuk, kita bisa mengirim,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan saat ini stok pupuk nasional mencapai sekitar 1,2 juta ton. Selain itu, produksi harian pupuk urea terus berjalan dengan kapasitas 25.000 ton.
“Produksi kita setiap hari untuk urea sekitar 25.000 ton. Ditambah untuk NPK kira-kira sekitar 15.000 ton per hari. Jadi sangat cukup,” paparnya.
Sementara itu, serapan pupuk harian saat ini berada di kisaran 30.000 ton dan mulai melandai dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini terjadi karena Indonesia tidak sedang berada pada musim tanam massal sehingga kebutuhan menurun.
Ia menegaskan, jika dihitung secara tahunan, Indonesia berpotensi melakukan ekspor ke berbagai negara yang membutuhkan. Namun, pemerintah tetap melakukan perhitungan secara cermat sebelum memutuskan ekspor.
"Kita sedang hitung. Kalau hitungan harian, seharusnya hari ini sudah bisa (ekspor). Tetapi kita akan segera menghitung kembali jika sudah memiliki keyakinan penuh," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




