Pupuk Indonesia Dinilai Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Global
Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menilai PT Pupuk Indonesia (Persero) mampu menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional di tengah tekanan geopolitik global.
Menurut Hashim, Indonesia berada dalam posisi relatif aman dibandingkan banyak negara lain yang mengalami gangguan pasokan pupuk.
“Di saat banyak negara menghadapi gangguan pasokan, Indonesia justru berada dalam posisi relatif aman,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (2/5/202).
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk, khususnya jenis urea.
“Kita beruntung karena kerja keras dan persiapan dari jajaran Pupuk Indonesia,” kata Hashim.
“Banyak negara tetangga kita yang meminta,” lanjutnya.
Hashim menyebut Australia berencana mengimpor urea dari Indonesia sebanyak 250.000 ton. Sementara itu, India juga disebut membutuhkan hingga 500.000 ton pupuk dari Indonesia, selain permintaan dari negara lain.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam hal urea kita cukup beruntung,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis sebagai penyeimbang pasokan pupuk di kawasan.
Ia menyebut peran tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mendukung industri pupuk nasional.
“Tanpa pupuk, tentu kita tidak bisa berbicara produktivitas pertanian,” ujar Rahmad.
Menurutnya, strategi pemerintah tecermin dalam kebijakan melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi yang kemudian diperbarui menjadi Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.
Kebijakan tersebut menekankan pentingnya menjaga ketersediaan serta keterjangkauan pupuk bagi petani.
Rahmad juga menegaskan bahwa pupuk memiliki dampak luas terhadap ketahanan pangan nasional sehingga harus dijamin dari sisi pasokan dan distribusi.
"Berbicara mengenai ketersediaan, ini tidak hanya memastikan pabrik-pabrik kita bisa beroperasi, tapi juga memastikan pupuk bisa diterima oleh petani sesuai dengan prinsip 7 tepat,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




