Serapan Tinggi, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi hingga 205 Ribu Ton untuk Indonesia Timur
Jumat, 24 April 2026 | 10:58 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Memasuki musim tanam April-September, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi wilayah Indonesia bagian Timur sebanyak 205.451 ton. Stok ini sudah berada di gudang penyangga tingkat kabupaten/kota, gudang Pelaku Usaha Distribusi (PUD), dan gudang milik Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani menjelaskan bahwa stok ini terdiri dari enam jenis pupuk bersubsidi, seperti Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus Kakao, Organik, ZA, dan SP-36.
"Pupuk ini siap ditebus petani untuk mendukung peningkatan produktivitas di musim tanam April-September. Kami berharap petani mengoptimalkan stok ini dengan melakukan penebusan," ujar Wisnu dalam acara "Media Gathering Regional 4" di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026).
Selain stok, Wisnu juga menyampaikan bahwa penebusan pupuk subsidi hingga April 2026 sudah mencapai 357.227 ton, atau sekitar 21 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah Regional 4 atau Indonesia bagian Timur selama 2026 sebesar 1.689.794 ton.
Tingginya serapan pupuk di Indonesia Timur ini juga memberikan kontribusi pada besarnya penyerapan pupuk nasional. Pada periode yang sama, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional mencapai 2,85 juta ton atau sekitar 29% dari total alokasi sebesar 9,85 juta ton.
Capaian ini menunjukkan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia bagian Timur berjalan dengan baik dan terus mengalami peningkatan, seiring dengan penguatan sistem distribusi serta dukungan digitalisasi dalam proses penebusan pupuk oleh petani.
Lebih lanjut, Wisnu mengungkapkan, tingginya serapan pupuk bersubsidi di awal tahun ini juga didukung kemudahan akses petani yang diberikan Pemerintah melalui sejumlah perubahan. Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 menyederhanakan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi menjadi lebih terintegrasi dan efisien yang disempurnakan pada Peraturan Presiden Nomor 113 tahun 2025.
"Banyak sekali kemudahan yang diberikan. Selain penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025 lalu, petani juga sudah bisa menebus pupuk bersubsidi sejak awal tahun, tidak lagi menunggu birokrasi yang panjang," kata Wisnu.
Ia juga menjelaskan, untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Indonesia bagian Timur, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain 107 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 2.207 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Adapun PUD dan PPTS ini tersebar di seluruh Indonesia bagian Timur, mulai dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.
Lebih lanjut Wisnu menjelaskan, kegiatan media gathering ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada publik terkait tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi sesuai penugasan Pemerintah.
Selain itu, melalui forum ini, Pupuk Indonesia juga mengajak insan media untuk turut berperan aktif dalam menyampaikan informasi sehingga mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Wisnu memandang pentingnya peran media dalam mengawal swasembada pangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi dan komunikasi dengan rekan-rekan media sebagai mitra strategis perusahaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi,” tutup Wisnu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




