Harga Minyak Turun setelah Iran Ajukan Proposal Damai ke AS
Sabtu, 2 Mei 2026 | 09:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (1/5/2026) setelah Iran mengajukan proposal perdamaian terbaru yang membuka peluang meredanya konflik dengan Amerika Serikat.
Minyak mentah AS tercatat turun sekitar 3% dan ditutup di level US$ 101,94 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent sebagai acuan global melemah hampir 2% ke posisi US$ 108,17 per barel .
Penurunan harga ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS. Proposal perdamaian yang diajukan Iran melalui mediator di Pakistan dinilai dapat meredakan ketegangan yang selama ini mengganggu stabilitas pasokan energi global.
Sebelumnya, konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya telah memicu lonjakan harga minyak akibat gangguan distribusi, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Namun, situasi geopolitik masih belum sepenuhnya stabil. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum puas dengan proposal yang diajukan Iran, sehingga ketidakpastian tetap membayangi pasar energi.
Selain itu, ancaman eskalasi konflik masih ada, termasuk kemungkinan serangan lanjutan jika negosiasi tidak mencapai kesepakatan. Iran bahkan sebelumnya memperingatkan akan melakukan serangan panjang dan menyakitkan jika terjadi agresi baru dari pihak AS.
Pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan volatil dalam jangka pendek, dipengaruhi perkembangan negosiasi geopolitik serta dinamika pasokan global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




