DPR dan BI Kesulitan Atur Pedagang Valuta Asing
Selasa, 25 Agustus 2015 | 16:15 WIB
Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengantisipasi krisis moneter akibat nilai tukar rupiah yang melemah. Hasilnya, situasi masih membaik karena cadangan devisa yang masih cukup. Namun, kedua lembaga itu masih sulit mengatur pedagang valuta asing di pasar saham.
Pertama, kondisi masih aman karena Gubernur BI Agus Martowardoyo menjamin cadangan devisa Indonesia sebesar 107 milliar dolar AS atau cukup untuk impor selama tujuh bulan.
"Cadangan devisa masih cukup bagus," kata Fadel, Selasa (25/8).
Kedua, BI mengaku kepada Komisi XI DPR bahwa ada kesulitan lembaga itu dalam mengatasi pemain valuta asing di pasar saham. Terkait hal ini, masih belum jelas langkah yang akan dilakukan.
Komisi XI DPR pun sudah mengingatkan lembaga-lembaga itu agar tetap bekerja keras menjaga agar nilai tukar rupiah tak terus menurun. Jika rupiah terus terpuruk akan membuat kondisi perekonomian nasional makin sulit.
Diharapkan juga ada langkah dari lembaga pemerintahan terkait untuk mengeluarkan kebijakan yang menjaga fundamental ekonomi nasional dan menjaga kepercayaan pasar dalam negeri. Salah satu saran, seperti pernah disampaikan Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie, perlu dibentuk sebuah pusat penanganan krisis.
"Kata menteri keuangan, langkah ini sedang dipersiapkan. Komisi XI mendesak jangan sampai kita memasuki era krisis," tegas Fadel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




