ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Krisis Poliitik Malaysia Belum Berdampak ke Perekonomian RI

Senin, 31 Agustus 2015 | 16:49 WIB
YW
FB
Penulis: Yosi Winosa | Editor: FMB
Puluhan ribu massa Malaysia dari gerakan Bersih mengadakan aksi protes damai di Kuala Lumpur menuntut Perdana Menteri Najib Razak mengundurkan diri karena terlibat dugaan korupsi, Sabtu 29 Agustus 2015.
Puluhan ribu massa Malaysia dari gerakan Bersih mengadakan aksi protes damai di Kuala Lumpur menuntut Perdana Menteri Najib Razak mengundurkan diri karena terlibat dugaan korupsi, Sabtu 29 Agustus 2015. (Reuters)

Jakarta -Stabilitas politik Malaysia dinilai belum berdampak pada perekonomian Indonesia. Meskipun, nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah turun 17 persen lebih, dan diperparah aksi demo tuntutan pengunduran diri PM Najib Razak atas dugaan penyalahgunaan dana publik US$ 600 juta.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, menyatakan sejauh ini pelemahan mata uang ringgit justru akan memberikan sentimen positif terhadap beberapa industri manufaktur di Malaysia.

"Dalam arti kalau melemah itu komoditas Malaysia bisa punya daya saing yang lebih kuat, tapi juga tergantung ekspor komoditas yang diandalkan harus kuat. Analoginya tadinya dia jual US$ 4 untuk 3 produk, tapi dengan penguatan dolar AS (pelemahan ringgit), maka sekarang dia bisa jual dengan harga hanya US$ 3 untuk 3 produk tadi," katanya.

Suahasil menjelaskan, pelemahan ini tidak akan berdampak terlalu signifkan terhadap perekonomian dalam negeri. Terkecuali, jika pangsa pasar komoditas Indonesia sebagian besar Malaysia.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Kejar Praktik Under Invoicing, 10 Perusahaan Terindikasi

Purbaya Kejar Praktik Under Invoicing, 10 Perusahaan Terindikasi

EKONOMI
Purbaya Tepis Kabar Suahasil dan Misbakhun Ikut Seleksi Ketua OJK

Purbaya Tepis Kabar Suahasil dan Misbakhun Ikut Seleksi Ketua OJK

EKONOMI
Wamenkeu Dorong Peran Swasta untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Wamenkeu Dorong Peran Swasta untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi

EKONOMI
Wamenkeu Sebut Sudah 954 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan

Wamenkeu Sebut Sudah 954 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan

EKONOMI
Pemerintah Kucurkan Rp 192,2 Triliun untuk Subsidi Energi Nasional

Pemerintah Kucurkan Rp 192,2 Triliun untuk Subsidi Energi Nasional

EKONOMI
Terjadi Percepatan, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp 694,2 Triliun

Terjadi Percepatan, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp 694,2 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon