Krisis Poliitik Malaysia Belum Berdampak ke Perekonomian RI
Senin, 31 Agustus 2015 | 16:49 WIB
Jakarta -Stabilitas politik Malaysia dinilai belum berdampak pada perekonomian Indonesia. Meskipun, nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah turun 17 persen lebih, dan diperparah aksi demo tuntutan pengunduran diri PM Najib Razak atas dugaan penyalahgunaan dana publik US$ 600 juta.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara, menyatakan sejauh ini pelemahan mata uang ringgit justru akan memberikan sentimen positif terhadap beberapa industri manufaktur di Malaysia.
"Dalam arti kalau melemah itu komoditas Malaysia bisa punya daya saing yang lebih kuat, tapi juga tergantung ekspor komoditas yang diandalkan harus kuat. Analoginya tadinya dia jual US$ 4 untuk 3 produk, tapi dengan penguatan dolar AS (pelemahan ringgit), maka sekarang dia bisa jual dengan harga hanya US$ 3 untuk 3 produk tadi," katanya.
Suahasil menjelaskan, pelemahan ini tidak akan berdampak terlalu signifkan terhadap perekonomian dalam negeri. Terkecuali, jika pangsa pasar komoditas Indonesia sebagian besar Malaysia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




