ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonom: Presiden Punya Resep Jaga Fondasi Ekonomi

Senin, 31 Agustus 2015 | 16:55 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Ilustrasi pembangunan ekonomi.
Ilustrasi pembangunan ekonomi. (Istimewa)

Jakarta – Kalangan ekonom menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya resep jitu untuk menjaga fondasi ekonomi nasional. Penilaian itu diungkapkan Direktur Eksekutif The Megawati Institute, Arif Budimanta, usai berdiskusi dengan Presiden Jokowi bersama sejumlah ekonom lainnya, hari ini.

"Kami melihat presiden memiliki resep dalam menjaga konsolidasi fondasi ekonomi kita," kata Arif di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (31/8).

Arif bertemu Presiden Jokowi bersama Ketua Dewan Penyantun Center for Strategic and International Studies (CSIS) Djisman Simanjuntak‎, Direktur Eksekutif Core Indonesia Hendri Saparini, Ekonom UGM Tony Prasetyantono, Ekonom Universitas Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko, dan Advisor Australia-Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG), Ketua Pansel Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Destry Damayanti, Poltak Hotradero, Yopie Hidayat‎, Imam Sugema‎, Yanuar Rizky, dan Yose Rizal‎.

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi Deputi III Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Purbaya Yudhi Sadewa dan Anggota Tim Komunikasi Presiden (TKP) Teten Masduki.

ADVERTISEMENT

Arif mengungkapkan, Presiden Jokowi bersama tim ekonomi terus melakukan proses monitoring dan pembaruan kebijakan fiskal dan moneter agar sektor riil tetap bergerak.

"Faktor ini nantinya akan tergambarkan pada rencana paket kebijakan yang akan dikeluarkan," ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah juga serius mengembalikan stabilisasi nilai tukar rupiah, yang kini melampaui angka Rp 14.000 per dolar AS.

Di sisi lain, kata Arif, pemerintah terus bekerja untuk menyelesaikan target-target jangka pendek dan menengah, serta menjaga stabilitas harga komoditas, dan daya beli masyarakat melalui kegiatan produktif.

"Proses pencapaian pekerjaan seperti infrastruktur, perumahan, rencana swasembada pangan secara konsisten juga terus dikerjakan," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI Wajib Patuhi Standar Produk Pertanian AS, Ekonom: Harus Hati-hati

RI Wajib Patuhi Standar Produk Pertanian AS, Ekonom: Harus Hati-hati

EKONOMI
Kesepakatan ART Untungkan Indonesia Khususnya Komoditas Gandum

Kesepakatan ART Untungkan Indonesia Khususnya Komoditas Gandum

EKONOMI
Tarif 0 Persen ke AS Jangan Hambat Hilirisasi RI

Tarif 0 Persen ke AS Jangan Hambat Hilirisasi RI

EKONOMI
Ekonom: Tarif Resiprokal AS Bisa Jadi Alat Negosiasi Dagang

Ekonom: Tarif Resiprokal AS Bisa Jadi Alat Negosiasi Dagang

EKONOMI
Ekonom Soroti Risiko Rp 200 T dari Kenaikan Free Float

Ekonom Soroti Risiko Rp 200 T dari Kenaikan Free Float

EKONOMI
Ekonom Sambut Positif OJK-BEI Temui MSCI Lagi Hari Ini

Ekonom Sambut Positif OJK-BEI Temui MSCI Lagi Hari Ini

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon