ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tarif 0 Persen ke AS Jangan Hambat Hilirisasi RI

Jumat, 20 Februari 2026 | 14:45 WIB
A
AD
Penulis: Antara | Editor: AD
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani agreement on reciprocal trade (ART) di Washington DC, Kamis 19 Februari 2026.
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani agreement on reciprocal trade (ART) di Washington DC, Kamis 19 Februari 2026. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Mohammad Faisal mengingatkan agar agenda hilirisasi tetap menjadi prioritas di tengah kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Peringatan itu disampaikan menyusul hasil negosiasi yang tertuang dalam dokumen agreement on reciprocal trade (ART), di mana sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas bea masuk 0% ke pasar AS.

Faisal menilai, mayoritas produk yang memperoleh pembebasan tarif tersebut masih didominasi komoditas mentah seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet yang belum melalui proses pengolahan bernilai tambah.

ADVERTISEMENT

“Kalau komoditas utama sawit, kopi, kakao, bukan berarti tidak bagus untuk eksportir yang bahan mentah, ya, (tentu) akan menguntungkan. Namun, bagaimana dengan agenda hilirisasi?" kata Faisal dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Ia melanjutkan, hilirisasi itu salah satu supporting policy-nya adalah dari sisi perdagangan memang merestriksi ekspor bahan mentah. "Entah itu total ban atau larangan secara menyeluruh atau dengan memberikan hambatan dalam ekspor seperti ada biaya keluar,” ucap dia.

Ia menambahkan bahwa kebijakan pembatasan ekspor bahan mentah selama ini bertujuan mendorong pasokan masuk ke industri hilir di dalam negeri.

“Dan itu diperlukan supaya masuk industri hilir, karena investor di industri hilir perlu memastikan kecukupan bahan baku di domestik,” ujar dia menambahkan.

Menurut Faisal, kemudahan ekspor komoditas mentah berpotensi menghambat pengembangan industri pengolahan dalam negeri. Ia mencontohkan sektor kakao, yang justru menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku di dalam negeri.

“Misalnya kakao, selama ini malah kita kekurangan, karena selain produksi di dalam negeri makin lama makin terbatas, sementara yang sudah diproduksi pun banyak prefer untuk di ekspor ke luar negeri daripada ke dalam negeri karena lebih cuan,” ujar dia.

Faisal menekankan pemerintah tidak boleh mengendurkan komitmen percepatan hilirisasi, baik di sektor perkebunan maupun pertambangan, demi memperkuat struktur industri nasional.

“Jadi kalau ada mengurangi lagi hambatan untuk mengekspor bahan mentah, makin mudah orang untuk mengekspor bahan mentah ini dan makin susah untuk kita mendorong hilirisasi perkebunan, yang mana ini merupakan agenda prioritas pemerintah,” katanya.

Dalam kesepakatan tersebut, AS tetap menerapkan tarif resiprokal sebesar 19% terhadap produk impor dari Indonesia. Namun, sebanyak 1.819 pos tarif serta produk tekstil tertentu mendapatkan pengecualian tarif 0%.

Sebagai timbal balik, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif 0% untuk sejumlah produk AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Kedua negara juga sepakat membebaskan bea masuk untuk transaksi ekonomi digital.

Selain itu, kesepakatan turut mencakup komitmen pembelian komoditas energi AS sekitar US$ 15 miliar, pengadaan pesawat Boeing senilai sekitar US$13,5 miliar, serta pembelian produk pertanian AS lebih dari US$ 4,5 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bakom RI: Pasal 5.1 ART RI-AS Tak Otomatis Ikuti Kebijakan AS

Bakom RI: Pasal 5.1 ART RI-AS Tak Otomatis Ikuti Kebijakan AS

NASIONAL
Tarif 0 Persen RI ke AS Terancam? Ini Kata Bakom

Tarif 0 Persen RI ke AS Terancam? Ini Kata Bakom

NASIONAL
Kesepakatan Dagang RI-AS: 1.819 Produk Bebas Tarif 0 Persen

Kesepakatan Dagang RI-AS: 1.819 Produk Bebas Tarif 0 Persen

MULTIMEDIA
Tarif 0 Persen Industri TPT ke AS Selamatkan 4 Juta Pekerja RI

Tarif 0 Persen Industri TPT ke AS Selamatkan 4 Juta Pekerja RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon