Gandeng OJK, Universitas Trisakti Dirikan Center Financial Inclution
Selasa, 29 September 2015 | 23:06 WIB
Jakarta - Semua pihak harus segera bergerak untuk mengangkat keterpurukan ekonomi nasional. Selain pemerintah, kalangan akademisi juga harus memberikan kontribusinya kepada negara.
Salah satunya dilakukan kampus Trisakti yang telah menjadi mitra pertama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendirikan sebuah lembaga keuangan bernama Center Financial Inclusion (CFI).
CFI, yang merupakan sebuah lembaga kajian keuangan di bawah Fakultas Ekonomi, diresmikan secara langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, di Jakarta, Selasa (29/9).
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (Usakti), Bambang Sudariyono, menjelaskan, dengan terbentuknya CFI di Usakti, diharapkan dapat lebih berperan sebagai mediator antara OJK dengan masyarakat yang dalam hal mendidik masyarakat supaya mengerti tentang masalah finance.
"Salah satu faktor masalah perekonomian adalah sistem ekonomi serta kondisi politik pada sebuah negara, sehingga dibutuhkan sebuah lembaga kajian keuangan untuk meningkatkan kegiatan perekonomian dalam lingkungan yang kompetitif dan memastikan bahwa masalah yang dihadapi dapat diselesaikan," kata Bambang.
Usakti menjadi kampus pertama di Indonesia yang memiliki lembaga Edukasi Keuangan resmi dari OJK. Di kampus tersebut nantinya memiliki tugas sebagai lembaga edukasi untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku bisnis tentang Finance Inclusion.
Ketua pelaksana sekaligus merangkap sebagai ketua CFI, Eleonora Sofilda, menuturkan CFI selain dijadikan sebagai lembaga kajian keuangan, lembaga ini juga diharapkan menjadi lembaga yang akan menaungi dan membantu seluruh aktifitas-aktifitas riset dan lingkungan Fakultas Ekonomi dan lembaga-lembaga ekononomi dan lembaga riset lainnya.
"Lembaga keuangan ini kan semacam suatu faktor penggerak saecara keseluruhan dari krisis ini. Sehingga kita dapat memberikan dukungan dalam pembangunan negara. Paling tidak mereka paham cara bertransaksi, mereka mengerti bagaimana merekan berinvestasi dengan baik di pasar modal," ujar Eleonora.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, salah satu tugas OJK adalah membuka akses keuangan kepada masyarakat seluas-luasnya.
"Inclusion itu lawan dari eklusion. Tujuannya menjadikan industri keuangan layanan keuangan, produk keuangan, dan menjadi kawan masyarakat, karena semuanya menjadi Inclusif bukan eklusif," kata Muliaman.
Menurutnya, pernyataan yang dibangun para decicion maker dunia mengenai permasalahan ekonomi yaitu dengan mendekatkan atau membuakan akses keuangan pada masyarakat. Langkah demikian bisa menuntaskan kemiskinan, dan lebih memberdayakan ekonomi masyarakat serta mendorong keuangan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




