Pertumbuhan di Bawah Target, Pemerintah Usahakan Perekonomian Berjalan Baik
Jumat, 6 November 2015 | 20:20 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 sebesar 4,73 persen. Angka tersebut hanya naik sedikit pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2015, sebesar 4,67 persen.
Tetapi, menurut BPS, angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang bisa mencapai 4,92 persen.
Menanggapi rendahnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2015 ini, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) secara tidak langsung kembali mengatakan itu akibat melemahnya kondisi ekonomi global.
Namun, JK menjanjikan, pemerintah akan terus berupaya perekonomian dalam negeri tetap akan berjalan baik.
"Kita berusaha ekonomi kita berjalan dengan baik walaupun pertumbuhannya melemah. Yang paling penting ialah bagaimana pasar dalam negeri kita bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Itu intinya sekarang ini," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (6/11).
Upaya tersebut, lanjut JK, di antaranya dengan meningkatkan investasi dari pengusaha dalam dan luar negeri. Kemudian, meningkatkan pasar dalam negeri untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri sehingga dapat meningkatkan produksi dalam negeri.
"Tetapi, jangan konsumsi dalam negeri menumbuhkan ekonomi luar negeri. Artinya, kalau ekspor kurang maka kurangi juga impor," ujarnya.
Sebelumnya, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2015 sebesar 4,73 persen.
Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto, mengungkapkan masih rendahnya pertumbuhan ekonomi nasional disebabkan oleh perekonomian global masih melambat akibat lemahnya harga komoditas nonmigas, tekanan mata uang negara mitra dagang terhadap dolar Amerika, serta karena pasar keuangan yang masih belum stabil.
Terbukti, lanjut Suhariyanto, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara mitra dagang juga cenderung melemah. Sebagai contoh, Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi melemah dari 2,7 persen menjadi 2,0 persen. Tiongkok melambat dari 7 persen ke 6,9 persen, dan Singapura melemah dari 1,7 persen menjadi 1,4 persen.
Seperti diketahui, pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 5,7 persen. Tetapi, target tersebut direvisi menjadi 5,4 persen setelah pertumbuhan ekonomi triwulan I-2015 hanya sebesar 4,7 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




