ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bantu Peternak, Mentan Gelar OP Jagung 200 Ton

Selasa, 2 Februari 2016 | 16:59 WIB
AD
AD
Penulis: Aditya L Djono | Editor: ALD
Menteri Pertanian Amran Sulaeman panen jagung bersama kelompok tani di Kulon Progo, 4 November 2015
Menteri Pertanian Amran Sulaeman panen jagung bersama kelompok tani di Kulon Progo, 4 November 2015 (BeritaSatu.com/Priska Sari Pratiwi)

Blitar - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan operasi pasar (OP) jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Trenggalek, Jatim. Dalam OP tersebut, Kementerian Pertanian (Kemtan) bersama Perum Bulog menyediakan 200 ton jagung seharga Rp 3.600 per kg. Hal itu dilakukan agar harga jagung tidak dipermainkan sehingga merugikan petani jagung dan peternak.


"Saya bela keduanya, petani dan peternak, tidak boleh dirugikan. Harga jagung di tingkat petani dan peternak tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun," tegas Mentan di hadapan petani dan peternak se-Kabupaten Blitar dan Trenggalek, saat peluncuran OP jagung di Gudang Bulog, di Kabupaten Blitar, Selasa (2/2) siang.

Sebelum ke Blitar, Mentan terlebih dahulu melakukan panen padi dan tanam di Desa Sumber Pucung, Kabupaten Blitar, di lahan seluas 300 ha. Selain itu, Mentan juga melakukan panen jagung bersama Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Pangdam V Brawijaya Mayjen (TNI) Sumardi, di Kabupaten Malang. Area jagung yang dipanen seluas 54 ha.

Pada kesempatan tersebut, Mentan berdialog dengan petani. Menurut salah satu ketua kelompok tani, Lukmono, sejauh ini harga jagung masih normal.

ADVERTISEMENT

Terkait hal itu, Mentan menegaskan, harga jual jagung di tingkat peternak tidak boleh lebih dari Rp 4.000 per kg. "Harga jagung di tingkat peternak tidak boleh lebih dari Rp 4.000 per kg di seluruh Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Wagub Jatim mengungkapkan, selama Februari hingga April, Jatim memasuki panen raya jagung. Dia memastikan, provinsinya mencatat surplus 3 juta ton jagung sepanjang tahun ini. Saifullah juga mengapresiasi peternak Jatim yang memasok 30% kebutuhan daging dan telur ayam nasional. Untuk itu, dia meminta petani dan peternak di Jatim agar mendukung program Kementerian Pertanian mereposisi mata rantai produksi dan perdagangan yang selama ini hanya menguntungkan sekelompok orang, dan merugikan petani dan peternak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Haerul Saleh Wafat, Mentan Amran Turut Antar Jenazah

Haerul Saleh Wafat, Mentan Amran Turut Antar Jenazah

JAKARTA
Mentan Amran: Mainkan Harga Daging, Saya Cabut Izinnya!

Mentan Amran: Mainkan Harga Daging, Saya Cabut Izinnya!

SULAWESI SELATAN
Harga Kedelai Melejit, Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Nakal!

Harga Kedelai Melejit, Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Nakal!

JAWA TENGAH
El Nino Godzilla Mengintai, Indonesia Sudah Siapkan 'Perisai' Pangan

El Nino Godzilla Mengintai, Indonesia Sudah Siapkan 'Perisai' Pangan

EKONOMI
Mentan: Stok Pangan Lebaran 2026 Aman, Harga Stabil

Mentan: Stok Pangan Lebaran 2026 Aman, Harga Stabil

EKONOMI
Lapor Prabowo, Mentan Ungkap Stok Beras Bakal Capai Rekor Tertinggi

Lapor Prabowo, Mentan Ungkap Stok Beras Bakal Capai Rekor Tertinggi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon