ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

El Nino Godzilla Mengintai, Indonesia Sudah Siapkan 'Perisai' Pangan

Senin, 6 April 2026 | 17:48 WIB
H
JL
H
Penulis: Herman, Joko Laksono
Editor: HE
Menteri Pertanian (Kementan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 5 April 2026.
Menteri Pertanian (Kementan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 5 April 2026. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia menghadapi ancaman kekeringan panjang akibat fenomena El Nino "Godzilla", yang diprediksi dapat berlangsung hingga enam bulan dan berpotensi mengganggu produksi pangan nasional. Namun, pemerintah memastikan kesiapan menghadapi krisis pangan dengan stok beras dan pangan strategis yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, didukung strategi mitigasi cuaca, pompanisasi, dan optimalisasi lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan peluang berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua tahun ini. Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih Netral. Namun, pemodelan iklim menunjukkan ENSO berpotensi berkembang menjadi fase El Nino pada semester II 2026.

“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nioo berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50%-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat,” kata Ardhasena, dikutip dari laman BMKG, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

BMKG juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menginterpretasikan data prediksi saat ini karena adanya spring predictability barrier, penurunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati musim semi (Maret, April, Mei). Akurasi prediksi El Nino pada periode ini umumnya hanya andal untuk tiga bulan ke depan. Oleh karena itu, BMKG terus memantau pembaruan data secara berkala dan mengkaji perkembangannya.

“Meskipun intensitas pastinya masih berkembang, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas iklim alamiah yang ada di wilayah Indonesia,” jelas Ardhasena.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah presisi yang bisa dilakukan oleh seluruh pihak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

El Nino Godzilla Mengintai, Picu Cuaca Ekstrem Global hingga 2027

El Nino Godzilla Mengintai, Picu Cuaca Ekstrem Global hingga 2027

OTOTEKNO
Selain Kekeringan, El Nino Godzilla Bisa Picu Lonjakan Anak Stunting

Selain Kekeringan, El Nino Godzilla Bisa Picu Lonjakan Anak Stunting

LIFESTYLE
BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

BPBD Lumajang Siaga Mobil Tangki Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

JAWA TIMUR
Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

Jangan Anggap Sama, Begini Perbedaan Musim Kemarau dan El Nino

NASIONAL
Mentan Tak Gentar Godzilla El Nino, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

Mentan Tak Gentar Godzilla El Nino, Stok Beras Tembus 5 Juta Ton

NASIONAL
Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

Ancaman El Nino bagi Hutan dan Lahan Gambut, Apa Dampaknya?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon