Jakarta Dapat Tambahan Pasokan 299 Ekor Sapi
Selasa, 9 Februari 2016 | 23:55 WIB
Jakarta - Kota Jakarta mendapat tambahan pasokan sapi sebanyak 299 ekor dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sapi tersebut diangkut dengan kapal ternak KM Camara Nusantara I yang bersandar di pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Senin malam, 8 Februari 2016.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memantau langsung masuknya kapal ternak pengangkut sapi tersebut, Selasa pagi, 9 Februari 2016. Turut hadi, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron. Pengiriman ini adalah kali ketiga KM Camara dari NTT dan NTB. Meski, sebelumnya, KM Camara Nusantara I sempat kembali dengan muatan kosong.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Muladno menyampaikan, dalam pengiriman kali ini, KM Camara Nusantara I mengangkut 500 ekor sapi asal NTT dan NTB. Berat sapi yang diangkut memanfaatkan tol maut itu berkisar 275-325 kilogram (kg). Sapi-sapi lokal itu akan disebarkan ke Surabaya, Cirebon dan Jakarta.
"Surabaya akan mendapat 33 ekor, ke Cirebon dikirim 177 ekor, dan yang masuk ke Tanjung Priuk ini sebanyak 299 ekor. Dengan tambahan pasokan ini, pemotongan sapi betina akan semakin kecil persentasinya. Sebab, sapi betina tidak bisa naik ke kapal ini. Sementara itu, kita menggiatkan program Sentra Peternakan Rakyat (SPR) dan distribusi pemasaran sapi dari daerah sentra ke kota-kota besar sudah mulai diperbaiki," kata Muladno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Muladno menuturkan, 300 ekor sapi yang didatangkan adalah jenis sapi Bali yang diangkut dari pelabuhan Tenau, Kupang. Sedangkan, 200 ekor lainnya sapi Sumba Ongole yang diangkut dari pelabuhan Waingapu.
Menurut dia, berdasarkan rekapitulasi data Shipping Instruction (SI), hingga 29 Januari 2016 tercatat 13 perusahaan yang mengajukan permintaan menggunakan kapal khusus ternak tersebut.
"Total sapi dalam pengajuan itu tercatat 1.063 ekor. Untuk pelayaran kali ini, telah ditetapkan 9 perusahaan calon pengguna kapal. Tapi, karena kapasitas kapal hanya ada 500 ruang, ternak lainnya akan diangkut dalam pengiriman berikutnya. Berarti, persediaan sapi potong di NTT cukup banyak untuk diangkut dan memenuhi kebutuhan konsumen," kata Muladno.
Dia menambahkan, harga sapi-sapi yang diangkut tersebut ditetapkan berdasarkan mekanisme B to B. Pengangkutan sapi dengan kapal khusus ternak, kata dia, memenuhi prinsip efisiensi biaya. Serta, mengurangi susut ternak selama perjalanan karena menerapkan animal welfare.
"Setelah 2 Februari 2016, jadwal pelayaran berikutnya adalah 16 Februari dan 1 Maret 2016. Kementerian Pertanian akan mensosialisasikan jadwal tersebut serta mendistribusikannya ke Dinas yang menjalankan fungksi peternakan dan kesehatan hewan di daerah rute pelayaran. Juga kepada BUMN dan BUMD. Selanjutnya, Dinas-Dinas tersebut dapat menginformasikan kepada perusahaan calon pengguna," kata Muladno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




