ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 Tahun Jokowi-JK, Kemperin Prioritaskan Pengembangan Industri Pangan

Rabu, 26 Oktober 2016 | 11:33 WIB
NL
FB
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FMB
Airlangga Hartarto (kedua kanan).
Airlangga Hartarto (kedua kanan). (Antara)

Jakarta– Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kementerian Perindustrian menempatkan industri pangan dan farmasi sebagai prioritas untuk dikembangkan di masa datang.

"Industri ini mempunyai nilai tambah tinggi serta industri-industri jenis tersebut mempunyai pasar domestik yang luas," kata Airlangga saat memberikan Press Briefing 2 Tahun Kerja Nyata Pemerintahan Jokowi-JK di Bina Graha, Jakarta, Selasa (25/10).

Airlangga mengatakan, saat ini Kemenperin juga fokus mengembangkan industri tekstil, alat transportasi, elektronika dan telematika, pembangkit energi, barang modal dan jasa industri, hulu agro, logam dasar dan bahan galian, kimia dasar berbasis migas dan batub ara, serta IKM, kerajinan, dan industri kreatif.

Lebih lanjut dikatakan, perkembangan industri menengah dan besar yang mencakup sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE). Selain itu, industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA), serta industri agro.

ADVERTISEMENT

"Sektor industri telah menyumbang 18,33 persen dari Penerimaan Domestik Bruto, pada triwulan II tahun 2016," kata Airlangga.

Selain itu, sebanyak 76 persen ekspor Indonesia berasal dari sektor industri. Sebesar 43 persen investasi baik PMA dan PMDM juga berasal dari sektor industri. Selain itu, sebanyak 13.492.776 tenaga kerja bekerja di sektor industri.

"Dari tenaga kerja, industri besar sudah mempekerjakan 4.001.827 tenaga kerja, yang sedang 703.664 tenaga kerja, yang kecil 2.322.891 tenaga kerja, dan yang mikro 6.464.394 tenaga kerja," katanya.

Dia mengatakan, selama kurun waktu 2014-2016, sektor ILMATE bertambah 633 unit, baik baru maupun perluasan dengan total nilai investasi Rp 75,15 triliun, yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA )dan Penananam Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan penyerapan tenaga kerja 85.554 orang.

Sementara itu, pada periode 2015-2016 sektor IKTA tumbuh 890 unit dengan total investasi Rp 235,50 triliun dan penyerapan tenaga kerja 377.646 orang.

"Di sektor industri agro, periode 2014-2016, tumbuh sebanyak 66 unit baik baru maupun perluasan. Total nilai investasinya sebesar Rp72,41 triliun dari PMA dan PMDN. Sedangkan, penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 21.502 orang," katanya Airlangga.

Sedangkan investasi industri smelting, lanjut Hartarto, hingga saat ini jumlah investor telah mencapai 23 perusahaan dengan total nilai investasi sebesar US$ 12,2 miliar, yang menjalankan sebanyak 25 proyek pembangunan di 17 Kabupaten/Kota yang tersebar di sembilan provinsi.

Di bidang bisnis kawasan industri, hingga tahun 2016 telah dibangun sebanyak 73 kawasan industri. Saat ini, terdapat sejumlah kawasan industri antara lain, Kawasan Industri Sei Mangke di Sumatera Utara yang difokuskan pada pengembangan oleo chemical, Kawasan Industri Dumai di Riau dan Kawasan Industri Berau di Kalimantan Timur yang dibangun menjadi Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ), serta Kawasan Industri Palu di Sulawesi Tengah untuk pengembangan industri minyak atsiri.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

OTOTEKNO
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
KPK Soroti Risiko Investasi Rp 6,74 Triliun di Kawasan Industri

KPK Soroti Risiko Investasi Rp 6,74 Triliun di Kawasan Industri

NASIONAL
Menperin Ungkap 1.236 Perusahaan Baru Serap 218.892 Tenaga Kerja

Menperin Ungkap 1.236 Perusahaan Baru Serap 218.892 Tenaga Kerja

EKONOMI
Penyederhanaan TKDN Dorong Kepastian Industri Migas

Penyederhanaan TKDN Dorong Kepastian Industri Migas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon