Soal Mekanisme Jual Saham, Garuda Persilakan Tiga Underwriter
Kamis, 29 Maret 2012 | 17:16 WIB
Langkah ketiga underwriter menjual saham Garuda merupakan langkah tepat untuk mendukung kinerja.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mempersilakan tiga perusahaan penjamin emisi (underwriter) yang memegang saham maskapai nasional tersebut menentukan sendiri mekanisme penjualan sisa saham IPO.
“Silahkan saja, kami mendukung langkah mereka jika ingin melepas saham Garuda yang saat ini mereka pegang," kata Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan, ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT XL Axiata Tbk (EXCL) di Jakarta, hari ini.
Paska penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ketiga sekuritas BUMN yakni PT Danareksa Securities, PT Mandiri Securities, dan PT Bahana Securities masih memegang 2,46 lembar saham Garuda atau setara 10,88 persen. Sebagai penjamin emisi, ketiganya harus menyerap sisa saham IPO Garuda yang tidak laku di pasar.
Elisa mengatakan, langkah ketiga underwriter menjual saham Garuda merupakan langkah tepat untuk mendukung kinerja.
"Secara logika, karena mereka bidangnya bergerak di underwriter, jadi mereka tidak boleh lama-lama memegang saham, namun bagaimana mereka menjualnya, di harga berapa dan mekanismenya bagaimana itu mereka sendiri yang menentukan," ujarnya.
Sebagai gambaran, PT Danareksa, sebagai salah satu penjamin emisi IPO Garuda dikabarkan telah menunjuk penasihat keuangan (Financial Advisor) untuk menilai harga penjualan 10,88 persen saham Garuda.
Sebelumnya Bakrie Group siap mempelajari pembelian saham Garuda. Kesiapan ini beberapa hari setelah tiga pengusaha nasional Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno menyatakan akan mengkaji penawaran saham BUMN aviasi tersebut.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mempersilakan tiga perusahaan penjamin emisi (underwriter) yang memegang saham maskapai nasional tersebut menentukan sendiri mekanisme penjualan sisa saham IPO.
“Silahkan saja, kami mendukung langkah mereka jika ingin melepas saham Garuda yang saat ini mereka pegang," kata Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan, ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT XL Axiata Tbk (EXCL) di Jakarta, hari ini.
Paska penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ketiga sekuritas BUMN yakni PT Danareksa Securities, PT Mandiri Securities, dan PT Bahana Securities masih memegang 2,46 lembar saham Garuda atau setara 10,88 persen. Sebagai penjamin emisi, ketiganya harus menyerap sisa saham IPO Garuda yang tidak laku di pasar.
Elisa mengatakan, langkah ketiga underwriter menjual saham Garuda merupakan langkah tepat untuk mendukung kinerja.
"Secara logika, karena mereka bidangnya bergerak di underwriter, jadi mereka tidak boleh lama-lama memegang saham, namun bagaimana mereka menjualnya, di harga berapa dan mekanismenya bagaimana itu mereka sendiri yang menentukan," ujarnya.
Sebagai gambaran, PT Danareksa, sebagai salah satu penjamin emisi IPO Garuda dikabarkan telah menunjuk penasihat keuangan (Financial Advisor) untuk menilai harga penjualan 10,88 persen saham Garuda.
Sebelumnya Bakrie Group siap mempelajari pembelian saham Garuda. Kesiapan ini beberapa hari setelah tiga pengusaha nasional Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno menyatakan akan mengkaji penawaran saham BUMN aviasi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




