ESDM Kaji Pengenaan Bea Keluar Anoda Slime
Selasa, 13 Desember 2016 | 16:30 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan kajian terkait penerapan bea keluar terhadap anode slime pasca-12 Januari 2017 nanti. Anoda slime merupakan lumpur anoda sebagai produk samping atau sisa hasil pemurnian konsentrat tembaga.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan bea keluar sudah dikenakan bagi mineral hasil pengolahan alias konsentrat yang diekspor sejak 2014 kemarin. Namun untuk anoda slime belum diputuskan apakah dikenakan bea keluar atau tidak. "Dikaji dulu, (anoda slime) produk pemurnian atau produk apa," kata Bambang di Jakarta, Selasa (13/12).
Konsentrat mineral sejak 2014 diizinkan ekspor hanya bagi perusahaan yang membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter) di dalam negeri. Namun pengiriman konsentrat keluar negeri dikenakan tarif yang besarannya mengacu pada progres pembangunan smelter. Besaran bea keluar itu semakin rendah bila pembangunan signifikan. Namun sejak 2014 silam itu tidak ada pungutan bea keluar bagi perusahaan yang mengekspor anoda slime.
Izin ekspor konsentrat tembaga bakal berakhir pada 12 Januari 2017 mendatang. Namun progres smelter di dalam negeri belum signifikan. Pemerintah kemudian berencana memperpanjang izin ekspor konsentrat itu sebagai bentuk insentif pembangunan smelter. Selain itu bea keluar pun kembali dikenakan yang besaran masih dikaji Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan.
Berdasarkan catatan Beritasatu.com, PT Antam (persero) Tbk, PT Freeport Indonesia dan PT Smelting berencana membangun preciuos metal refinery (PMR) pada 2017 nanti. Fasilitas PMR ini yang akan memproses anoda slime menjadi emas dan logam berharga lainnya. Kerjasama itu dinyatakan dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).
Namun Bambang belum bisa memastikan apakah anoda slime yang diekspor pada 2017 nanti bakal kena bea keluar. "Belum tahu," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




