ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Padangpariaman Canangkan Diri Jadi Sentra Industri Kakao

Sabtu, 11 Maret 2017 | 13:31 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi Kakao
Ilustrasi Kakao (JG/JG)

Parit Malintang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padangpariaman, Sumatera Barat akan mengajukan proposal kepada Kementerian Perindustrian dan mencanangkan diri untuk menjadi sentra industri kakao.

"Promosi sedang gencar kami lakukan agar kakao asal daerah ini dan diproduksi warga sendiri dikenal masyarakat luas namun kita belum memiliki pusatnya," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (PMPTP) Kabupaten Padangpariaman, Hendra Aswara di Parit Malintang, Sabtu.

Ia menerangkan karena promosi tersebut kakao kebanggaan masyarakat Padangpariaman yaitu kakao Adam sudah menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand, dan Jepang.

Ia menjelaskan pemasaran kakao ke pasar internasional tersebut tidak terlepas dari kadar lemak yang tinggi pada kakao dan diolah warga daerah itu tanpa bahan pengawet sehingga rasanya enak.

ADVERTISEMENT

"Saya teringat ucapan artis senior Christine Hakim, yaitu kakao Padangpariaman lebih enak dari yang lain. Jadi belum lengkap ke Sumbar kalau belum bawa oleh-oleh hasil produksi kakaonya," katanya.

Ia mengatakan meskipun kakao Padangpariaman memiliki keunggulan namun sentra industri juga diperlukan agar kualitas dan kuantitas produksi semakin membaik.

Untuk itu, Pemkab Padangpariaman telah menyediakan lahan seluas dua hektare yang berlokasi di Kawasan Rest Area Anai Resort di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

"Lahan telah disiapkan, tinggal mengajukan proposal dan mudah-mudahan dikabulkan," ujarnya.

Kepala Bidang Industri Dinas PMPTP Kabupaten Padangpariaman, Trisna Junaili mengatakan saat ini kakao Adam memiliki dua outlet yaitu di Anai Resort di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam dan Pariaman.

Kakao tersebut saat ini diproduksi dalam bentuk bubuk murni, bubuk 3 in 1, permen, biji kakao, cokelat batang, es krim dan lainnya, katanya.

"Kemasannya pun dibuat menarik, higienis, dan harga terjangkau," ujar dia.

Sementara itu, petani kakao di daerah itu Ali Riduan berharap dengan adanya sentra tersebut harga biji kakao dapat naik.

"Saat ini harga biji kakao yang kering hanya Rp 18.000 sampai Rp 20.000," kata dia.

Dengan harga seperti itu dan perawatan batang yang intensif maka penghasilan petani kakao tidak bisa mencukupi kehidupan sehari-hari.

"Apalagi sekarang batang kakao sering diserang hama sehingga buahnya tidak maksimal," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon