Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Inovasi dan Kreativitas Solusi Persoalan Ketenagakerjaan
Rabu, 11 Oktober 2017 | 06:19 WIB
Bogor – Inovasi dan kreativitas dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu solusi untuk keluar dari jebakan kelas menengah (middle-income trap) bagi negara-negara berkembang. Indonesia perlu mendorong pendekatan khusus melalui teknologi dan inovasi sehingga bisa menjawab persoalan ketenagakerjaan dan pemerataan ekonomi.
Demikian salah satu pembahasan dalam seminar internasional Technology, Skill and Innovation in Global Context: Implication for Indonesian Economy yang digelar International Center for Applied Finance and Economics (InterCafe) IPB di Bogor, Selasa (10/10). Kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber Christoper Findlay dari University of Adelaide; Mohammad Dimyati yang juga Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Kostas Mavromaras selaku Director of National Institute of Labour Studies Flinders University, dan Shandre M Thangavelu dari University of Adelaide.
Kostas Mavromaras dan Direktur InterCafe IPB Nunung Nuryartono menjelaskan bahwa ketenagakerjaan di Indonesia menjadi persoalan yang cukup serius sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak. Pemerintah dan perguruan tinggi perlu menelaah lebih rinci agar bisa menjawab berbagai persoalan yang ada seiring dengan jumlah pencari kerja yang terus bertambah.
Dikatakan, inovasi teknologi dan kreativitas bisa menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan sekaligus mendorong perekonomian Indonesia. Untuk itu, dunia pendidikan perlu merumuskan lebih rinci dan sekaligus memperkuat kurikulum sehingga generasi muda saat mampu bersaing.
"Kreativitas mempunyai korelasi dengan GDP per kapita sehingga sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal itu juga mendorong Global Competitiveness Index sebuah negara. Ini bisa menjadi salah satu cara agar negara-negara berkembang keluar dari midle-income trap," kata Nunung.
Saat ini, kata Nunung, kontribusi industri berbasis kreativitas dan inovasi di Indonesia masih minim sehingga perlu lebih dikembangkan. Apalagi, Indonesia mempunyai ragam dan spesifikasi unik yang perlu dikembangkan di setiap daerah. "Ini yang perlu dikaji lebih jauh bersama dengan berbagai pihak terkait, termasuk bersama perguruan tinggi dari Australia," ujarnya.
Mohammad Dimyati menegaskan bahwa pendekatan teknologi dan inovasi merupakan hal yang mutlak bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan daya saing generasi muda. Pemerintah mempunyai komitmen yang besar dalam mendorong sumber daya manusia (SDM) tersebut sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar dari perkembangan teknologi.
"SDM Indonesia harus terus ditingkatkan sehingga bisa menjadi pelaku dari perkembangan teknologi. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Untuk itu, peran riset dan perguruan tinggi sebagaimana IPB ini harus terus didorong dalam menyiapkan generasi muda Indonesia dengan daya saing tinggi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




