Parara 2017 Berdayakan Ekonomi Komunitas Lokal yang Lestari
Sabtu, 14 Oktober 2017 | 08:07 WIB
Jakarta – Sebanyak 85 lebih komunitas lokal dari seluruh Indonesia hadir di Festival Panen Raya Nusantara (Parara) pada 13 – 15 Oktober 2017, di Taman Menteng Jakarta. Berbagai produk kreatif, hasil kerajinan, produk pangan lokal menjadi tajuk utama festival ini. Festival dua tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada 2015 ini menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat.
"Produk-produk itu berasal dari tradisi dan budaya kearifan komunitas dengan memperhatikan keseimbangan alam dan manusia," kata Ketua Konsorsium Parara, Jusupta Tarigan dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (14/10).
Dia mengatakan, Parara bertujuan mendukung ekonomi komunitas lokal secara adil dan lestari dimana pengelolaan produknya mempertahankan kearifan lokal dan lingkungan sehingga memperkuat identitas bangsa. "Festival ini mempromosikan produk komunitas dan meningkatkan akses pasar yang mampu menilai produk tersebut dengan harga adil," kata dia.
Menurut dia, secara kualitas produk lokal memiliki nilai dan potensi pasar yang mendunia. Salah satunya kain tenun. Tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, namun berpotensi memiliki pasar di dalam dan luar negeri. "Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian untuk melestarikan produk-produk lokal Indonesia," ujar Jusupta Tarigan.
Festival Parara juga ingin mengajak semua pihak untuk dapat memberikan ruang pada petani, nelayan, UKM agar bisa mempraktikkan ekonomi yang lebih adil, dan ramah lingkungan terhadap perubahan iklim. "Indonesia sebagai negara agraris dan maritim, namun kebutuhan pangannya masih bergantung impor," kata dia.
Dia berharap Parara menjadi platform untuk mendukung integrasi komunitas lokal, pasar dan dan kebijakan yang mengatur industri kreatif dan lokal.
Selain pameran produk kreatif, Parara 2017 juga menghadirkan sesi seminar yang mengangkat topik seputar kewirausahaan, managemen keuangan, industri kreatif dan workshop craft. Bagi pencinta kopi, ada sesi cupping dan kompetisi aeropress.
Selain itu, pertunjukan kesenian tradisional, pagelaran busana yang melibatkan perancang dari sekolah mode Esmod dan Lasalle. Acara juga dimeriahkan oleh Jamaica Cafe, AriReda, Sandrayati Fay, The Kaborang dan Oscar Lolang.
Mengangkat tema "Jaga Tradisi, Rawat Bumi", Parara 2017 diselenggarakan konsorsium di antaranya NTFP-EP, WWF Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Yayasan Penabulu, Jaringan Madu Hutan Nusantara (JMHI), Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa) Jayapura, dan institusi lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




