Pertemuan D-8, Momen RI Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi
Selasa, 17 Oktober 2017 | 14:07 WIB
Jakarta - Menerima Duta Besar (Dubes) Turki untuk Indonesia Sander Gurbuz, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membicarakan pertemuan tingkat tinggi negara berkembang yang tergabung dalam D-8 (Developing Eight) di Istanbul, Turki, pada 17-20 Oktober 2017.
Sekretaris Wakil Presiden (Seswapres) M Oemar mengatakan, melalui pertemuan tersebut Indonesia berkepentingan meningkatkan kerja sama ekonomi dengan D-8 di antaranya, perdagangan dan industri. Meskipun negara yang tergabung sebenarnya masuk juga dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI).
"Tentunya kita ingin memperbesar peluang peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan industri. Sektornya belum, tentunya untuk kepentingan nasional. Kalau kita bisa ekspor produk kita lebih mudah, aksesnya kan lebih bagus. Kita sendiri kebetulan lagi menghadapi negara-negara utama yang sedang jenuh. Pasar ekspor pemerintah mau cari pasar nontradisional," kata Oemar, Selasa (17/10).
Perihal pasar baru Oemar menyebutkan akan ditindaklanjuti Menteri Perdagangan (Mendag) mengingat Indonesia tengah berusaha mencari pasar baru selain Amerika Serikat, Tiongkok dan negara-negara di Eropa.
Secara terpisah, Gurbuz menyampaikan bahwa Turki akan memanfaatkan pertemuan D-8 untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Indonesia. Apalagi, pascakedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Turki beberapa bulan lalu.
"Kami membicarakan kerja sama Turki dan Indonesia setelah kedatangan Presiden Jokowi pada bulan Juli lalu dan pertemuan ekonomi pekan lalu. Setelah sembilan tahun, bulan depan, akan ada pembicaraan mengenai perdagangan bebas dengan Indonesia. Itu akan sangat penting untuk Indonesia guna meningkatkan jumlah perdagangan," kata Gurbuz sebelum meninggalkan kantor Wapres, Jakarta, Selasa (17/10).
Selain itu, diungkapkan dia bahwa dalam pertemuannya dengan JK, dibicarakan rencana investasi perusahaan asal Turki di bidang energi, konstruksi, infrastruktur, pariwisata dan industri pertahanan.
Wapres JK memang dijadwalkan menghadiri pertemuan D-8 di Istanbul, Turki pada 17-20 Oktober 2017. Bersama rombongan, JK akan lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusumah, pada Rabu (18/10) malam.
Sebagaimana diketahui D-8 terdiri dari negara-negara Islam sedang berkembang, yakni Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




