ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Tarif AS-Tiongkok Sebabkan IHSG dan Bursa Global Tumbang

Jumat, 23 Maret 2018 | 17:21 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini Jumat (23/3) melemah 43,3 poin (0,69 persen) ke level 6.210,6. Bursa Asia juga turun dengan Nikkei Index turun -4,5 persen, Hang Seng Indeks turun -2,5 persen dan Kospi Indeks turun -3,2 persen.

Menurut laporan dari Eastspring Investments, koreksi ini didorong oleh bersitegangnya antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang dimulai dari keputusan AS membebankan tarif untuk impor dari Tiongkok dengan jumlah hampir mencapai USD 60 miliar. Pemerintahan Presiden Trump merasa bahwa praktik perdagangan di Tiongkok melibatkan kecurangan hak milik intelektual beberapa perusahaan di AS. Pemerintahan di Tiongkok pun merespon kebijakan tersebut dengan mengeluarkan daftar yang berisi 128 produk AS yang ditargetkan untuk dikenakan tarif impor.

Impor AS ke Tiongkok pada tahun 2017 senilai USD 3 miliar mencakup produk – produk seperti pipa baja, anggur merah, buah – buahan, ethanol, dan lainnya. Hal ini menyebabkan adanya ketidakpastian akan dampak perseteruan tersebut terhadap PDB kedua negara tersebut. Alhasil, pasar di AS ditutup cenderung negatif di mana Dow Jones Industrial Average Index turun - 2.9 persen, S&P 500 turun -2,5 persen dan Nasdaq turun -2,4 persen. LIBOR – OIS spread pun naik 165 bps ke level 57,16.

IHSG pun mengikuti pelemahan, namun juga didukung oleh faktor domestik. Pemerintah Indonesia pada Kamis kemarin menyatakan bahwa tarif tol pada saat ini terlampau mahal untuk masyarakat. Hal ini mendorong sentiment negatif terhadap saham JSMR yang turun hingga -4 persen pada penutupan kemarin dan juga terhadap saham – saham BUMN lainnya.

ADVERTISEMENT

Saham–saham berkapitalisasi besar pun turun di mana HMSP -3,6 persen, BBRI -3,3 persen, TLKM -2,4 persen, UNVR -1,9 persen dan BMRI -1,9 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama. Sementara itu sejak penutupan hari kemarin, imbal obligasi pemerintah bertenor 10 tahun tercatat naik 17 bps ke level 6,79 dan CDS Indonesia bertenor 5 tahun pun naik 2,1 persen ke level 104.160. Sementara itu pada saat ini rupiah terlihat melemah sebesar 0,20 persen ke level Rp13.782/USD.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon