ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investor India Bangun Pabrik Minyak Goreng di Bengkulu Rp 874 M

Rabu, 6 Juni 2018 | 11:16 WIB
U
WP
Penulis: Usmin | Editor: WBP
Ilustrasi Kelapa Sawit
Ilustrasi Kelapa Sawit (Antara/Wahyu Putro A)

Bengkulu - Investor asal India Sudevam Grup akan menamankan investasi di Bengkulu, untuk pembangunan pabrik minyak goreng senilai US$ 60 juta atau setara Rp 874 miliar.

Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, pabrik minyak goreng tersebut akan dibangun di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK), pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu. Mereka tertarik karena bahan bakunya cukup banyak. Sebagai gambaran, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Bengkulu, rata-rata setiap tahun di atas 2 juta ton.

"Persoalan bahan baku tidak masalah karena tersedia cukup banyak. Kita menyambut baik rencana investasi pengusaha India di Bengkulu," ujarnya di Bengkulu, Rabu (6/6).

Dia mengatakan, pabrik minyak goreng itu akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Selain itu, produksi CPO akan bernilai tambah karena diolah menjadi barang jadi.

ADVERTISEMENT

Selama ini, jutaan ton CPO Bengkulu dijual ke luar melalui pelabuhan Teluk Bayur dan pelabuhan Palembang. Namun setelah ada pabrik minyak goreng, sebagian diolah menjadi minyak goreng dan turunan lainnya di Bengkulu.

Untuk menjaga keberlanjutkan pasokan ke pabrik minyak goreng, Plt Gubernur Bengkulu meminta dinas terkait untuk melakukan sosialisasi pentingnya peremajaan kelapa sawit warga yang sudah berusia tua.

"Prospek ekonomi di Bengkulu akan maju. Salah satunya di sektor perkebunan. Untuk itu, diperlukan replanting tanaman sawit agar Bengkulu menjadi destinasi investor," ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Sudevam Grup, Mr Lalit Kumar Ritital mengatakan, Bengkulu memiliki potensi bahan baku minyak sawit mentah (CPO) cukup besar, sehingga layak untuk dibangun pabrik minyak goreng.

Selain itu, lahan pelabuhan milik PT Pelindo II Cabang Bengkulu sangat menjanjikan, sehingga pabrik minyak goreng memungkinkan dibangun di sekitar pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Kumar menambahkan, pihaknya membutuhkan lahan sekitar 50 hektare untuk merealisasikan invesatasi tersebut. Pabrik ini dapat mempekerjakan masyarakat setempat sebanyak 400 orang. "Jika Pemprov Bengkulu, siap memberikan izin, kami secepatnya merealisasikan rencana invesatasi dengan melakukan peletakkan batu pertama," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon