IMD World Competitiveness 2018, Peringkat RI Turun Jadi 43
Rabu, 6 Juni 2018 | 23:42 WIB
Jakarta - Publikasi International Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Yearbook 2018 menunjukkan Indonesia berada pada peringkat 43 dari 63 negara di dunia yang dikumpulkan oleh IMD World Competitiveness Center. Peringkat ini turun dari tahun sebelumnya di posisi 42. Namun di kawasan Asia Pasifik, justru meningkat menjadi 11 dari tahun sebelumnya 12.
"Nilai index Indonesia sebesar 68,9 terhadap 100," kata Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) - Partner IMD, Toto Pranoto dalam keterangannya, Rabu (6/6).
Adapun peringkat 1 tahun 2018, yaitu Amerika Serikat (AS). Sementara Slovenia naik dari 43 ke 37, dan Italia dari naik dari 44 ke 42. "Perubahan posisi ini mengakibatkan peringkat dunia Indonesia menurun 1 tangga di dunia," kata dia.
Di dunia, peringkat lima besar ditempati oleh Amerika Serikat, Hong Kong, Singapura, Belanda, dan Swiss.
Namun pada kawasan Asia Pasifik, peringkat Indonesia justru meningkat 1 tangga. Hal ini disebabkan penurunan peringkat Filipina. Peringkat Indonesia masih harus ditingkatkan untuk bersaing mengejar ketertinggalan dari Singapura (peringkat 3), Malaysia (naik peringkat menjadi 22), dan Thailand (turun peringkat menjadi 30).

Toto mengatakan, titik krusial Indonesia terletak pada semua komponen pembangunan. Pada komponen kinerja ekonomi, memerlukan perhatian dengan harapan mampu menstimulasi pembangunan yang berkelanjutan. Pada komponen efisiensi pemerintahan, pembenahan perlu dilakukan pada kerangka institusional, hukum bisnis, dan kerangka sosial. "Pada komponen efisiensi bisnis, aspek yang perlu dibenahi terletak pada daya produktivitas dan efisiensi bisnis," ungkap Toto.
Adapun pada sektor infrastruktur titik krusial terletak pada semua aspek daya dukung pembangunan infrastruktur, meliputi infrastruktur dasar, teknologi, scientific infrastruktur, kesehatan dan lingkungan, serta edukasi. "Sejumlah permasalahan pada government dan corporation, memerlukan ruang harmonisasi supaya kebijakan publik dan bisnis dapat beririsan membentuk pertumbuhan ekonomi yang solid," kata dia.
Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,1-5,2 persen, maka daya dukung manajemen sangat diperlukan. Pemahaman manajemen tata kelola kebijakan publik harus dapat memahami tata kelola private sebagai entitas bisnis.
Beberapa keunggulan dalam komponen yang dilihat dalam survei ini merupakan strategic positioning Indonesia dalam perekonomian global. Beberapa aspek tersebut mencakup kebijakan ketenagakerjaan, kebijakan pajak, dan pasar tenaga kerja.
"Ketiga sektor tersebut merupakan enabler factor pada sektor industri dan pembangunan infrastruktur fisik. Hanya saja, daya dukung infrastruktur masih memerlukan akselerasi, mengingat semua sektor pada komponen infrastruktur yang dimiliki Indonesia saat ini relatif rendah dibandingkan negara tetangga," kata Toto.
Survei ini menggunakan 258 indikator yang diperoleh dari publikasi statistik, dan survei opini eksekutif. untuk menangkap persepsi bisnis atas berbagai isu yang terkait dengan daya saing bisnis.
Komponen penilaian terdiri atas empat faktor kompetitif dengan tren 5 tahun terakhir untuk tiap trend pada masing-masing negara. Empat faktor tersebut meliputi kinerja perekonomian, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis dan infrastruktur, serta teknologi dasar, keilmiahan dan ketersediaan sumberdaya manusia dalam memenuhi kebutuhan bisnis.
International Institute for Management Development (IMD) telah melaksanakan studi ini secara rutin sejak 1989. Publikasi tahun ini adalah yang ke-30. Bagian riset IMD World Competitiveness Center yang berdomisili di Lausanne, Swiss, melibatkan lembaga mitra dari berbagai negara. Di Indonesia partner IMD adalah Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB-UI) dan NuPMK Consulting.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




