ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rokok Bisa Merusak Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 25 Mei 2012 | 14:10 WIB
DB
B
Penulis: Dessy Sagita/ Whisnu Bagus | Editor: B1
Ilustrasi rokok. FOTO:  AFP
Ilustrasi rokok. FOTO: AFP
Studi UI menyatakan, sebesar 57 persen rumah tangga termiskin memiliki pengeluaran untuk membeli rokok.

Rokok bisa menghambat potensi generasi produktif dalam 1-2 dekade ke depan.

Padahal, kehadiran mereka bisa menjadi landasan kuat menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.   

"Kalau tidak ada pengendalian rokok akan mengancam bonus demografi, padahal bonus demografi itu seperti pemberian dari Tuhan," kata Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI), Abdillah Hasan, hari ini.

Dia mengatakan, setiap negara memiliki potensi mendapat bonus demografi. Sebagai gambaran, bonus demografi merupakan kondisi jumlah generasi produktif usia kerja melampaui jumlah orang yang menjadi  tanggungan. Diperkirakan, Indonesia akan mendapat bonus demografi sekitar tahun 2020-2030.
 
Pada periode 2020-2030 mendatang, dalam keluarga berjumlah empat orang, akan ada tiga orang bekerja dan satu menjadi tanggungan.
 
Menurut Abdillah, Indonesia berpeluang memanfaatkan periode bonus demografi tersebut sebagai landasan untuk menggenjot perekonomian nasional seperti yang dilakukan Korea Selatan.

Syaratnya, kepastian suplai tenaga kerja yang besar. Hal ini mencakup sumber daya menusia yang berkualitas baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan. Hal tersebut perlu ditunjang dengan kebiasaan menabung dikalangan rumah tangga.
 
Sayangnya studi LDUI tahun 2009 menyatakan, sebesar 57 persen rumah tangga termiskin memiliki pengeluaran untuk membeli rokok.
 
Abdillah memperkirakan, seseorang yang merokok sebungkus setiap hari,  dalam jangka 10 tahun bisa kehilangan Rp36,5 juta. Padahal dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk biaya pendidikan atau peningkatan gizi anak.
 
Untuk itu, pihaknya meminta untuk mempercepat Rancangan Peraturan Pemerintah Pengendalian Dampak Tembakau dan ratifikasi Framework Convention of Tobacco Control.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PP Tunas Dinilai Selamatkan Bonus Demografi Indonesia

PP Tunas Dinilai Selamatkan Bonus Demografi Indonesia

NASIONAL
Nezar Patria: Indonesia Perlu SDM Teknologi Hadapi Bonus Demografi

Nezar Patria: Indonesia Perlu SDM Teknologi Hadapi Bonus Demografi

OTOTEKNO
Bonus Demografi Indonesia di Puncak, Ekonom: Potensi Belum Maksimal

Bonus Demografi Indonesia di Puncak, Ekonom: Potensi Belum Maksimal

EKONOMI
1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Genjot Pelatihan Digital

1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Genjot Pelatihan Digital

NASIONAL
Menko Pratikno Minta Puncak Bonus Demografi Dimanfaatkan Maksimal

Menko Pratikno Minta Puncak Bonus Demografi Dimanfaatkan Maksimal

EKONOMI
Job Fair Bekasi Membeludak, Rieke Diah Pitaloka: Miris dan Prihatin

Job Fair Bekasi Membeludak, Rieke Diah Pitaloka: Miris dan Prihatin

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon