Peruji Dorong Peningkatan Mutu dan Profesionalitas Underwriter
Jumat, 3 Agustus 2018 | 08:30 WIBYogyakarta - Bisnis asuransi di tanah air memiliki potensi yang besar. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Premi industri Asuransi jiwa dalam lima bulan terakhir di tahun ini meningkat pesat. Perolehan premi industri Asuransi jiwa mencapai Rp 81,13 triliun hingga Mei 2018, atau naik 31,19 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
Di balik besarnya peluang di industri asuransi, underwriter berperan penting dalam proses identifikasi dan seleksi risiko (underwriting). Tujuan dari proses underwriting adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan risiko yang dimiliki sehingga tercipta keadilan dalam pembebanan premi bagi perusahaan asuransi dan juga nasabah. Namun, di sisi lain perkembangan teknologi yang pesat ternyata membawa pengaruh bagi profesi underwriter.
Ketua Perkumpulan Underwriter Jiwa Indonesia (Peruji), Dr Asri Wulan, AAAIJ, CPLHI, Certificate in Risk Selection mengungkapkan, semakin pesatnya bisnis di asuransi tidak diiringi dengan peningkatan kualitas maupun kuantitas dari underwriter.
"Kurangnya lembaga pendidikan dengan spesialisasi underwriting menjadi kendala dalam menghasilkan underwriter profesional. Di sisi lain, proses digitalisasi menuntut underwriter yang kompeten serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat tanpa mengabaikan profesionalismenya," ujar Asri, dalam kegiatan Peruji Underwriting Summit (PUS) 2018 di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Kamis (2/8).

Asri mengatakan, biasanya seseorang yang baru menjadi underwriter belajar secara otodidak. "Kecuali, apabila mereka bekerja di perusahaan asuransi jiwa joint venture yang memiliki fasilitas pendidikan ataupun training khusus untuk para underwriter," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, kata Asri, pihaknya berharap para underwriter mendapat banyak pembelajaran serta referensi untuk menentukan langkah dan tindakan yang lebih baik di industri asuransi jiwa ke depannya.
"Semoga PUS 2018 ini bisa meningkatkan dan mengembangkan mutu profesionalisme para underwriting jiwa terutama dalam melakukan proses seleksi risiko. Selain itu, ke depannya Peruji diharapkan dapat menjadi lembaga yang kredibel dan berwenang untuk memberikan sertifikasi kepada para underwriter di Indonesia," tandasnya.
Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan - Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Narullah mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Peruji selama ini.
"Dari sisi substansinya, saya rasa proses underwriting merupakan jantung dari perusahaan asuransi. Tema yang diangkat PUS kali ini juga menarik karena memang sedang populer mengenai insurance disruption. Harapan OJK dengan keberadaan Peruji melalui PUS 2018 ini, bisa menambah wawasan terhadap proses underwriting. Apalagi disini banyak pakar-pakar underwriting," kata Ahmad Nasrullah.
Selain dari pihak Peruji, OJK dan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), PUS 2018 juga menghadirkan narasumber pakar underwriter dari dalam dan luar negeri. Salah satunya, Chief Medical Officer of The Toa Reinsurance Company Limited Dr Takehiro Watanabe. Menurutnya, PUS 2018 ini memberi banyak manfaat terutama perihal update informasi terbaru di dunia underwriting dan asuransi jiwa di era digital.
"Sejak keterlibatan saya di PUS 2017, saya melihat begitu besarnya peran Peruji dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah peserta dan pembicara yang tidak hanya dari perusahaan Indonesia namun juga dari luar. Bahkan, saya pun bisa mendapatkan berbagai informasi dari pembicara lain yang berasal dari Indonesia maupun negara lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Chief Operation Officer PT Prudential Indonesia Dian Budiani, ikut menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan PUS 2018.
"Kami dari Prudential sangat menghargai Underwriting Summit dari Peruji ini, mengingat best-practices sharing dan saling tukar pikiran mengenai isu terkini efektif mendorong peningkatan kualitas industri asuransi jiwa di Indonesia," kata Dian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




