Klaim Prudential Naik 74 Persen
Selasa, 29 Mei 2012 | 23:08 WIB
Pendapatan premi bisnis baru syariah yang berkontribusi Rp 245 miliar.
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat kenaikan pembayaran klaim dan manfaat sebesar 74 persen menjadi Rp 1,4 triliun pada kuarta pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami terus optimis terhadap potensi pertumbuhan dengan bertambahnya jumlah nasabah yang lebih dari 1,5 juta nasabah, serta kinerja bisnis pada kuartal I-2012 ini,” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta hari ini.
Pada kuartal I-2012, perseroan mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 4,3 triliun atau meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,1 triliun. Sedangkan pendapatan premi bisnis baru tumbuh 40 persen menjadi Rp 2,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Perolehan tersebut ditopang oleh pendapatan premi bisnis baru syariah yang berkontribusi Rp 245 miliar atau tumbuh 29 persen,” imbuh William.
Sementara itu, total pendapatan premi partnership distribution atau pemasaran melalui kemitraan tumbuh signifikan sebesar 161 persen menjadi Rp 835 miliar. Peningkatan tersebut menyumbang 19 persen terhadap total pendapatan premi keseluruhan.
“Secara spesifik, pertumbuhannya didorong oleh bisnis bancassurance yang tumbuh 200 persen,” tukas dia.
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat kenaikan pembayaran klaim dan manfaat sebesar 74 persen menjadi Rp 1,4 triliun pada kuarta pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami terus optimis terhadap potensi pertumbuhan dengan bertambahnya jumlah nasabah yang lebih dari 1,5 juta nasabah, serta kinerja bisnis pada kuartal I-2012 ini,” ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta hari ini.
Pada kuartal I-2012, perseroan mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 4,3 triliun atau meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,1 triliun. Sedangkan pendapatan premi bisnis baru tumbuh 40 persen menjadi Rp 2,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Perolehan tersebut ditopang oleh pendapatan premi bisnis baru syariah yang berkontribusi Rp 245 miliar atau tumbuh 29 persen,” imbuh William.
Sementara itu, total pendapatan premi partnership distribution atau pemasaran melalui kemitraan tumbuh signifikan sebesar 161 persen menjadi Rp 835 miliar. Peningkatan tersebut menyumbang 19 persen terhadap total pendapatan premi keseluruhan.
“Secara spesifik, pertumbuhannya didorong oleh bisnis bancassurance yang tumbuh 200 persen,” tukas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




