J Resources Raih Pendanaan dari BNI US$ 231,9 Juta
Minggu, 28 April 2019 | 22:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan tambang emas, PT J Resources Nusantara (JRN), anak perusahaan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi sebesar US$ 231,984 juta dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bertenor delapan tahun. Pembiayaan ini untuk membangun proyek Doup sekaligus refinancing pinjaman sehingga memperkuat kondisi finansial perusahaan.
"Fasilitas pinjaman ini bisa mengembangkan proyek Doup sehingga dapat menambah satu aset produksi," ujar Direktur PT J Resources Nusantara Edi Permadi di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Senin (29/42019).
Edi Permadi menuturkan, proyek Doup yang akan dikembangkan tersebut berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Proyek ini dimiliki salah satu anak perusahaan JRN, yaitu PT Arafura Surya Alam.
Sementara Pimpinan Unit Bisnis Sindikasi BNI Rommel TP Sitompul menyampaikan apresiasinya kepada JRN. "BNI bangga bisa memberi sindikasi ini kepada PT J Resources Nusantara, salah satu perusahaan tambang emas swasta nasional," kata Rommel TP Sitompul.
BNI aktif dalam pembiayaan sektor-sektor yang prospektif, termasuk pertambangan emas. Pembiayaan pada sektor pertambangan selain bertujuan memperluas jenis portfolio pembiayaan di berbagai sektor ekonomi, juga secara tidak langsung meningkatkan pendapatan negara, dimana hasil pertambangan menyumbangkan kontribusi pendapatan negara berupa royalti.
Pada tahun 2013, JRN berhasil membangun dua pabrik pengolahan sekaligus, yaitu pabrik penglahan emas di Bakan, Sulawesi Utara, yang dioperasikan oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan pabrik pengolahan emas di Seruyung, Kalimantan Utara, yang dioperasikanoleh PT Sago Prima Pratama (SPP), sehingga JRN memiliki empat site operasi dengan pabrik pengolahan emas.
Adapun dua aset yang sedang dalam tahap pengembangan, yaitu Proyek Doup dan Proyek Pani di Gorontalo, yang dimiliki oleh PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Sedangkan dua aset lainnya dalam tahap eksplorasi yaitu Bolangitang dan Bulagidun yang juga dimiliki oleh GSM.
Dengan adanya fasilitas pembiayaan dari BNI, diharapkan proyek Doup dapat diselesaikan pembangunannya dan mulai berproduksi di akhir 2020 dengan kapasitas produksi sebesar 140.000 oz per tahun dan umur tambang selama lebih dari 10 tahun. Jumlah cadangan (reserve) dan sumber daya (resource) dari proyek Doup per Desember 2018 sudah memenuhi standard JORC adalah sebesar 1.917 Koz dan 3.335 Koz.
Sebagai gambaran, aset atau proyek milik anak-anak perusahan JRN di Indonesia selalu mengutamakan penerimaan tenaga kerja lokal yang mengacu pada standar kompetensi dari perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Semua aset yang berada di Indonesia tersebut 100 persen dioperasikan oleh anak-anak bangsa, dimana 70 - 85 persen tenaga kerja tersebut berasal dari lokal lingkar tambang dan sekitarnya.
"Sebagai perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pertambangan emas, JRN selalu berusaha untuk menaati peraturan pemerintahan yang berlaku. Kami juga berkomitmen untuk mengutamakan aspek keselamatan dan pemeliharaan lingkungan dalam kegiatan pertambangan di seluruh lokasi tambang kami. Karena kami yakin jika kedua hal ini diperhatikan produktivitas tambang akan meningkat" kata Edi Permadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




