Hingga Juli, Penjualan Semen Indonesia 13,49 Juta Ton
Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada periode Januari-Juli 2019 berhasil mencatatkan volume penjualan untuk pasar semen domesik di luar PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) -dulu PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB)- sebesar 13,49 juta ton, atau turun 6,1 persen dibanding periode yang sama 2018 sebesar 14,32 juta ton. Penurunan seiring tertekannnya industri semen nasional menyusul pertumbuhan ekonnomi nasional yang belum bergairah.
"Kalau dilihat, demand (permintaan) juga turun," kata GM of Marketing PT Semen Indonesia Tbk, Johanna Daunan dalam paparan publik di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Johanna Daunan menjelaskan, penurunan permintaan salah satunya karena sektor properti belum menggeliat. "Pembangunan rumah ritel kurang sehingga permintaan semen melemah. Jadi orang enggak bangun lagi. Itu faktor utama yang kita rasakan," tegas Johanna Daunan.
Namun Semen Indonesia optimistis, di semester kedua penjualan semen dapat kembali rebound sejalan mulai membaiknya permintaan. "Semester kedua demand biasanya naik, ini akan berdampak pada kinerja full year 2019," kata Johanna Daunan.
Sementara penjualan ekspor Semen Indonesia Januari-Juli 2019 di luar SBI yang berasal dari fasilitas Indonesia mencapai 1,879 juta ton. Untuk penjualan domestik SBI hingga Juli 2019 mencapai 5,396 juta ton. Sedangkan ekspor SBI mencapai 240.060 ton
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono, menjelaskan langlah perusahaan mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, menjadi katalis kuat dalam menopang kinerja bisnis grup secara keseluruhan. "Hal ini nampak dari kontribusinya terhadap volume penjualan grup yang mencapai 5,636 juta ton, atau setara dengan 26,51 persen dari total volume penjualan Semen Indonesia Group," kata Sigit Wahono.
Sedangkan sepanjang semester I-2019 ini, pendapatan Semen Indonesia Group tumbuh sebesar 22,9 persen, menjadi Rp 16,351 triliun dibandingkan semester I-2018 sebesar Rp 13,308 triliun.
Biaya pendapatan mampu ditekan turun sebesar 2,4 persen seiring bergabungnya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sehingga sinergi yang ada dapat menekan biaya penjualan per ton yang harus ditanggung.
"Beberapa bentuk sinergi secara grup di antaranya, pengadaan batu bara yang lebih terintegrasi pada level grup sehingga mendapatkan harga kompetitif, menata ulang jaringan distribusi guna memastikan margin, menekan biaya layanan serta pengurangan faktor klinker," kata Sigit Wahono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




