Saham Global Teleshop Oversubscribed 13,2 Kali
Selasa, 10 Juli 2012 | 13:43 WIB
Perseroan menargetkan pendapatan bersih Rp3,1 triliun di 2012.
Saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) yang hari ini mencatatkan saham perdana (listing) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 13,2 kali.
“Selama pemesanan investor asing lebih mendominasi dengan komposisi 82 persen dan sisanya investor domestik sebesar 18 persen,” kata Direktur Global Teleshop, Evy Soenarjo di di sela penawaran umum saham perdana, Jakarta, hari ini.
Menurut Evy, dari total saham yang dilepas sebanyak 111,112 juta lembar, sekitar 17 persen diserap investor perserorangan, dan sisanya 83 persen diserap investor institusi.
Evy optimis, melalui IPO, prospek usaha perseroan ke depan semakin cerah mengingat tingkat pertumbuhan penjualan telepon selular terus meningkat, khususnya smartphone dan tablet.
Direktur Keuangan dan Hubungan Investor Global Teleshop, Januar Chandra menambahkan, pada 2012, perseroan menargetkan pendapatan bersih Rp3,1 triliun.
"Kami akan memperluas jaringan usaha, dengan menambah jumlah gerai, jumlah pengecer/agen penjual, diversifikasi produk, dan value added service lainnya," ujarnya.
Rencananya, perseroan akan membangun sekitar 60-100 unit gerai di tahun ini. Saat ini, perseroan baru memiliki sekitar 136 gerai. "Di kuartal pertama 2012 kami menambah 10 gerai," kaat dia.
Sepanjang 2011, perseroan mencatat pendapatan bersih Rp1,86 triliun dari Rp41 miliar di 2010. Di periode yang sama, laba bersih perseroan tercatat Rp77,5 miliar dari Rp1,81 miliar di 2010. Sementara itu, di kuartal I-2012 pendapatan bersih Global Teleshop tercatat Rp682 miliar dengan laba bersih Rp26,8 miliar.
Saham PT Global Teleshop Tbk (GLOB) yang hari ini mencatatkan saham perdana (listing) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 13,2 kali.
“Selama pemesanan investor asing lebih mendominasi dengan komposisi 82 persen dan sisanya investor domestik sebesar 18 persen,” kata Direktur Global Teleshop, Evy Soenarjo di di sela penawaran umum saham perdana, Jakarta, hari ini.
Menurut Evy, dari total saham yang dilepas sebanyak 111,112 juta lembar, sekitar 17 persen diserap investor perserorangan, dan sisanya 83 persen diserap investor institusi.
Evy optimis, melalui IPO, prospek usaha perseroan ke depan semakin cerah mengingat tingkat pertumbuhan penjualan telepon selular terus meningkat, khususnya smartphone dan tablet.
Direktur Keuangan dan Hubungan Investor Global Teleshop, Januar Chandra menambahkan, pada 2012, perseroan menargetkan pendapatan bersih Rp3,1 triliun.
"Kami akan memperluas jaringan usaha, dengan menambah jumlah gerai, jumlah pengecer/agen penjual, diversifikasi produk, dan value added service lainnya," ujarnya.
Rencananya, perseroan akan membangun sekitar 60-100 unit gerai di tahun ini. Saat ini, perseroan baru memiliki sekitar 136 gerai. "Di kuartal pertama 2012 kami menambah 10 gerai," kaat dia.
Sepanjang 2011, perseroan mencatat pendapatan bersih Rp1,86 triliun dari Rp41 miliar di 2010. Di periode yang sama, laba bersih perseroan tercatat Rp77,5 miliar dari Rp1,81 miliar di 2010. Sementara itu, di kuartal I-2012 pendapatan bersih Global Teleshop tercatat Rp682 miliar dengan laba bersih Rp26,8 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




