ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IHSG Dibayang-bayangi Aksi Ambil Untung

Jumat, 7 Februari 2020 | 08:51 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di Panin Sekuritas, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (06/01/2020) diprediksi masih mampu bertahan menguat di tengah tekanan sentimen global. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,04 persen atau 66,06 poin ke level 6.257,40 pada akhir perdagangan hari ini. Adapun sebanyak 4 saham menguat, 28 saham melemah, dan 639 saham stagnan dari 671 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif pada Senin (6/1) pagi, dipimpin aneka industri (-1,31 persen) dan finansial (-1,30 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak positif adalah tambang (+0,78 persen).
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di Panin Sekuritas, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin (06/01/2020) diprediksi masih mampu bertahan menguat di tengah tekanan sentimen global. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,04 persen atau 66,06 poin ke level 6.257,40 pada akhir perdagangan hari ini. Adapun sebanyak 4 saham menguat, 28 saham melemah, dan 639 saham stagnan dari 671 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Delapan dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif pada Senin (6/1) pagi, dipimpin aneka industri (-1,31 persen) dan finansial (-1,30 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak positif adalah tambang (+0,78 persen). (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset PT Valbury Sekuritas Indonesia hari ini, Jumat (7/2/2020), IHSG masih berpeluang  melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham, kendati satu sisi dibayangi aksi ambil untung. Sinyal dari pasar global bergerak positif setelah saham AS menguat pada hari Kamis, memberikan optimisme bagi pelaku pasar di BEI akan tetapi ketidakpastian global tetap menyelimuti.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Undang-Undang Omnibus tentang Perpajakan yang direncanakan terbit pada 2020 diharapkan bisa menarik investasi langsung dari luar negeri. Omnibus Law akan menempatkan semua kebijakan dan ketentuan pajak di bawah satu peraturan. Fokus dalam Omnibus Perpajakan ini untuk memperbaiki dan memfasilitasi perbaikan ekonomi, terutama yang berkaitan dengan income tax (pajak penghasilan/PPh). Salah satunya dengan realisasi penghapusan income tax baik untuk pelaku domestik maupun luar negeri. Reformasi akan mencakup pengurangan pajak penghasilan badan (PPh Badan) secara bertahap sampai 2023, suatu penghapusan pajak dividen dengan beberapa kriteria, dan fasilitas insentif pajak yang komprehensif. Diharapkan menyederhanakan peraturan nasional, daerah, dan meringankan beban berbisnis di Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi atau Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2020 mencapai 121,7 atau melemah dari 126,4 pada Desember 2019, namun masih terjaga di level optimis yakni di atas 100. Melemahnya optimisme masyarakat disebabkan turunnya dua komponen pembentuk, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 3,5 poin dari bulan sebelumnya sebesar 113,1 menjadi 109,6 dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) yang melorot 5,9 poin menjadi 133,7 pada Januari 2020.

Sentimen pasar dari luar negeri :
Keputusan pemerintah Tiongkok menurunkan tarif untuk barang Amerika Serikat (AS) menjadi sinyalemen bahwa perang dagang mereda. Setelah Tiongkok memutuskan menurunkan tarif impor ratusan produk AS senilai USD 75 miliar atau setara Rp1.022 triliun (asumsi Rp13.627 per USD). Tiongkok akan menurunkan sebagian tarif dari 10 persen ke 5 persen dan sebagian lagi dari 5 persen menjadi 2,5 persen. Penurunan tarif ini mulai berlaku pada 14 Februari mendatang. Namun, kementerian keuangan Tiongkok tidak menjelaskan detail produk yang mengalami penurunan tarif. Langkah yang diambil pemerintah Tiongkok ini untuk menyehatkan dan stabilisasi perdagangan dengan AS. Di mana, AS juga memutuskan penurunan tarif impor Tiongkok bersamaan pada 14 Februari dari 15 persen menjadi 7,5 persen senilai USD 120 miliar. Tiongkok mengatakan penurunan tarif selanjutnya akan bergantung pada putusan perdagangan Tiongkok-US. Tiongkok berharap AS akan menghapus seluruh putusan kenaikan tarif. Di mana, hal tersebut menjadi penyebab perang dagang sejauh ini.

ADVERTISEMENT

Perspektif teknikal
Support Level : 5967/5946/5922
Resistance Level : 6011/6034/6055
Major Trend : Down
Minor Trend : Down
Pattern : Up to down

Rekomendasi perdagangan hari ini:

GGRM: Trading Buy
• Close 57000, TP 57975
• Boleh buy di level 56525-57000
• Resistance di 57975 & support di 56525
• Waspadai jika tembus di 56525
• Batasi risiko di 56350

WSKT: Trading Buy
• Close 1230, TP 1300
• Boleh buy di level 1200-1230
• Resistance di 1300 & support di 1200
• Waspadai jika tembus di 1200
• Batasi risiko di 1170

PTPP : Trading Buy
• Close 1450, TP 1480
• Boleh buy di level 1400-1450
• Resistance di 1480 & support di 1400
• Waspadai jika tembus di 1400
• Batasi risiko di 1380

ADHI: Trading Buy
• Close 1045, TP 1095
• Boleh buy di level 1025-1045
• Resistance di 1095 & support di 1025
• Waspadai jika tembus di 1025
• Batasi risiko di 1010

AALI: Trading Buy
• Close 12125, TP 12450
• Boleh buy di level 12000-12125
• Resistance di 12450 & support di 12000
• Waspadai jika tembus di 12000
• Batasi risiko di 11875

ACES: Trading Buy
• Close 1640, TP 1660
• Boleh buy di level 1610-1640
• Resistance di 1660 & support di 1610
• Waspadai jika tembus di 1610
• Batasi risiko di 1600



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon