Wall Street Meroket karena Harapan Pelonggaran Pembatasan
Rabu, 15 April 2020 | 05:38 WIB
New York, Beritasatu.com - Bursa AS melonjak pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (15/4/2020) karena optimisme bahwa pemerintahan Donald Trump akan melonggarkan pembatasan sosial wabah virus corona (Covid-19). Optimisme ini dibayangi laporan pendapatan JPMorgan dan Wells Fargo yang tidak sesuai harapan.
Dow Jones Industrial Average naik 558,99 poin, atau 2,39 persen menjadi 23.949, S&P 500 naik 84,43 poin, atau 3,06 persen menjadi 2.846,06 dan Nasdaq Composite naik 323,32 poin, atau 3,95 persen menjadi 8.515,74.
Nasdaq mencatat kenaikan hari keempat berturut-turut yang didorong kenaikan saham Amazon.com (AMZN.O) 5,3 persen menjadi US$ 2.283,32, yang mencatat rekor tertinggi.
Penasihat Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Presiden AS Donald Trump akan membuat sejumlah pengumuman tentang pembukaan kembali ekonomi AS dalam satu atau dua hari mendatang karena krisis kesehatan mulai mereda, meskipun beberapa gubernur negara bagian mengatakan keputusan untuk memulai kembali bisnis terletak pada mereka.
Menurut Gubernur New York, Andrew Cuomo di negara bagian New York, pusat pandemi, total rawat inap turun untuk pertama kalinya sejak awal wabah virus "Pasar akan naik karena ekonomi segera dibuka kembali dan virus corona (kemungkinan wabah) mencapai puncak," kata kepala ekonom Spartan Capital Securities Peter Cardillo, di New York.
Namun dalam beberpaa bulan mendatang, pasar bersiap terkena aksi jual karena data menunjukkan tingkat kerusakan ekonomi akibat virus. "Kita akan melihat angka (ekonomi makro) yang menakutkan, dan itu akan membebani," kata dia.
Analis memperingatkan musim pendapatan perusahaan akan tertekan karena lockdown telah membuat semua kegiatan bisnis terhenti. Saham JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co membalikkan kenaikan awal perdagangan menjadi turun di akhir sesi. Keuntungan kuartal pertama keduanya anjlok.
Sementara saham Johnson & Johnson naik 4,5 persen karena melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari yang diperkirakan dan meningkatkan dividen, menandakan stabilitas keuangan saat sejumlah perusahaan bluechip menangguhkan dividen untuk menopang cadangan uang tunai.
Saham Apple Inc naik 5,1 persen karena pengiriman iPhone ke Tiongkok sedikit naik pada bulan Maret setelah jatuh pada Februari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




