BEI Tunjuk 3 Komisaris Baru, Termasuk Keponakan Luhut

BEI Tunjuk 3 Komisaris Baru, Termasuk Keponakan Luhut
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kelima kiri) dan Presiden Komisaris BEI John A. Prasetio (kelima kanan) bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI di Jakarta, Selasa (30/6/2020). (Foto: Humas BEI)
Mashud Toarik / FMB Selasa, 30 Juni 2020 | 17:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bursa Efek Indenesia (BEI) mengesahkan Dewan Komisaris BEI untuk periode 2020 – 2023 pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa 30 Juni 2020.

Dalam RUPST yang dilakukan secara offline dan online tersebut pemegang saham BEI resmi mengangkat John A Prasetio sebagai Komisaris Utama yang mewakili profesional. Kemudian Mohammad Noor Rachman Soejoeti sebagai komisaris mewakili regulator. Selanjutnya Heru Handayanto sebagai komisaris mewakili Anggota Bursa, lalu Karman Pamurahardjo yang juga mewakili Anggota Bursa serta Pandu Patria Sjahrir sebagai komisaris mewakili emiten. 

Baca juga: 2019, Frekuensi Perdagangan BEI Tertinggi di ASEAN

Sebelumnya nama Pandu Patria Sjahrir telah santer bakal menduduki posisi Komisaris BEI tersebut. Pandu yang merupakan putra ekonom Sjahrir dan keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Direktur PT Toba Bara Tbk (TOBA).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menyampaikan bahwa seperti periode sebelumnya posisi Komisaris Utama BEI masih dijabat oleh John A. Prasetio.

“Begitu pula dengan Pak Mohammad Noor Rachman kembali menduduki posisi komisaris,” ujar Inarno dalam Konfrensi Pers usai RUPST yang digelar secara virtual.

Adapun tiga komisaris yang masa jabatannya telah berakhir terdiri dari Garibaldi Thohir, kemudian Hendra H Kustardjo dan Lydia Trivelly Azhar.

Sebelum ditetapkan dalam RUPS, Dewan Komisaris BEI terpilih telah ditetapkan oleh OJK. Penetapan ini disampaikan ke BEI dengan surat OJK Nomor: S-169/D.04/2020 tentang Penyampaian Daftar Calon Anggota Dewan Komisaris Terpilih PT Bursa Efek Indonesia Masa Jabatan 2020 sampai dengan 2023. Selain pemilihan Dewan Komisaris, dalam RUPST pemegang saham telah menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan BEI tahun buku 2019, penunjukan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2020 serta penetapan gaji dan honorarium komisaris periode 2020 – 2023.

Dalam kesempatan ini BEI juga menyampaikan rencana untuk mengembalikan mekanisme perdagangan sebagaimana sebelum pandemi Covid-19 mengingat tingkat volatilitas pasar dinilai makin stabil.

“Kita sedang bahas untuk mengembalikan posisi auto rejection bawah (ARB), pre opening dan jam perdagangan saham sebagaimana sebelum pandemi Covid-19 terjadi,” ujar Direktur Perdagangan BEI Laksono Widodo.

Saat ini menurutnya BEI tengah melakukan diskusi internal, kemudian akan meminta masukan pelaku pasar, komite perdagangan dan tentu saja Otoritas Jasa Keuangan.

“Untuk jam perdagangan tampaknya tidak terlalu urgen untuk segera dikembalikan sebagaimana waktu normal karena dari hasil diskusi dengan AB, mereka tetap perlu melindungi karyawannya karena saat ini masih terjadi pandemi



Sumber: BeritaSatu.com