Pandemi Covid-19 Pukul 500.000 Pekerja Industri Alas Kaki
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Pandemi Covid-19 Pukul 500.000 Pekerja Industri Alas Kaki

Jumat, 3 Juli 2020 | 16:53 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Industri alas kaki atau sepatu merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup besar dengan adanya pandemi Covid-19. Akibat permintaan yang menurun, banyak pabrik yang menghentikan proses produksi, hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawannya.

Baca Juga: Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menyampaikan, pandemi Covid-19 ini telah memukul sekitar 500.000 pekerja di industri sepatu. Mayoritasnya dirumahkan atau kontrak kerjanya tidak diperpanjang karena perusahaan mengalami kesulitan cashflow.

"Selain industri tekstil yang sudah PHK sekitar 1,7 karyawan, di industri sepatu juga ada sekitar 500.000. Tetapi istilah PHK juga kurang tepat, karena pabrik-pabrik ini sebetulnya lebih banyak kontrak kerja. Jadi ada yang kontrak kerjanya dimajukan, ada juga yang tidak diteruskan,” kata Eddy Widjanarko dalam acara seminar online 'Industri Alas Kaki Masuk Era New Normal' yang digelar Aprisindo melalui webinar, Jumat (3/7/2020).

Eddy menyampaikan, adanya kebijakan untuk menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pabrik dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 membuat beban keuangan yang harus ditanggung semakin besar. Sehingga akhirnya banyak pabrik yang memutuskan untuk melakukan PHK karena sebelumnya memang sudah mengalami kesulitan cashflow.

Baca Juga: Ekspor Industri Pengolahan Naik 7%

"Untuk menerapkan protokol kesehatan ini sangat-sangat sulit. Prosedurnya panjang, contohnya kita masuk di dalam pabrik itu harus ada satu ruangan untuk disinfektan, kemudian kita juga harus menyiapkan masker sebanyak 1 lusin satu orang untuk satu bulan, belum lagi ada hand sanitizer dan suplemen vitamin C dan susu. Kemudian ada beberapa daerah yang mengharuskan rapid test, ini biayanya besar sekali. Sehingga, sekarang ini untuk brand-brand lokal lebih banyak PHK dan tutup pabrik,” kata Eddy.

Tantangan Ekspor

Untuk ekspor produk alas kaki dari Indonesia, Eddy mengatakan, pada tahun ini sebetulnya terjadi peningkatan. Hingga Mei 2020, kenaikannya sekitar 8 persen. Namun, ekspor yang meningkat tersebut merupakan pesanan atau order yang sudah datang sebelum adanya pandemi Covid-19, sehingga memang harus dipenuhi di tengah berbagai pembatasan.

Baca Juga: Kadin Catat 6 Juta Pekerja Dirumahkan

"Kalau ekspor naik, kenapa ada PHK? Sebab 33 perusahaan yang memproduksi sepatu brand besar seperti Nike, Adidas dan Reebok menguasai 88 persen dari total ekspor kita, sedangkan yang 270 pabrik lebih banyak menguasai market lokal, hanya sebagian kecil untuk ekpor," papar Eddy.

Menurut Eddy, tantangan dalam meningkatkan kinerja ekspor ke depannya juga dinilai lebih berat. Ini menyusul ditandatanganinya kesepakatan Free Trade Agreement (FTA) antara Vietnam dan Uni Eropa.

"Yang menjadi kendala besar untuk ekspor brand besar, tanggal 8 Juni lalu sudah disetujui oleh Vietnam dan Uni Eropa untuk bisa meratifikasi kebijakan FTA. Apabila nantinya ini dimulai enam bulan dari sekarang, atau ada yang mengatakan empat bulan, harga ekspor dari kita dengan Vietnam perbedaannya bisa 9 persen sampai 14 persen. Artinya dari Eropa membeli sepatu dari Indonesia dikenakan bea masuk, sementara kalau dari Vietnam bea masuknya nol persen,” papar Eddy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fitch: Akibat Covid-19, 33 Negara Kena Downgrade dan Akan Terus Bertambah

Kepala pemeringkat surat utang global Fitch, James McCormack, mengatakan sebanyak 40 negara atau entitas memiliki outlook negatif.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Bursa Eropa Melemah Akibat Kekhawatiran Investor akan Covid-19

Sentimen positif data ketenagakerjaan AS dan pertumbuhan sektor jasa Tiongkok mendongkrak bursa, tetapi tertahan oleh sentimen kurva Covid-19.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Grab Kecewa atas Putusan KPPU

Grab akan mengajukan banding terhadap putusan KPPU terkait dugaan diskriminasi mitra pengemudi.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Bursa Asia Ditutup Menguat Ditopang Indikasi Pemulihan Ekonomi

Bursa Asia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2020) ditopang data lapangan pekerjaan AS dan pertumbuhan sektor jasa Tiongkok.

EKONOMI | 3 Juli 2020

ICH Raih Sertifikasi ISO 27001

ISO 27001 sendiri telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan di dunia, khususnya dalam rangka implementasi manajemen keamanan informasi

EKONOMI | 3 Juli 2020

Akhir Pekan, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,14 persen ke kisaran 4.973,8 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2020).

EKONOMI | 3 Juli 2020

Stimulus Covid-19, Kredit Modal Kerja UMKM Disalurkan Pekan Depan

Pemerintah pada 25 Juni lalu telah menempatkan uang negara di Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dengan total Rp 30 triliun.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Serapan Anggaran Kesehatan Rendah, Kemkeu Sederhanakan Proses Administrasi

Dari Rp 87,55 triliun yang dialokasikan untuk anggaran kesehatan dalam penanganan Covid-19 masih rendah, yang terserap baru sebesar 4,68%.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Rentenir Online dan Investasi Bodong Menjamur di Tengah-tengah Covid-19

Maraknya fintech peer to peer lending ilegal itu sengaja memanfaatkan kondisi melemahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 3 Juli 2020

KKP Jaga Pasar Ekspor Perikanan di Amerika Serikat dan Uni Eropa

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan menjaga pasar ekspor produk perikanan di Amerika Serikat dan Uni Eropa.

EKONOMI | 3 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS