Foke Datang, Kenaikan Harga Daging Sapi Dikeluhkan Pedagang
Rabu, 15 Agustus 2012 | 10:58 WIB
Menurut sejumlah pedagang, antara lain di Pasar Slipi yang sempat dikunjungi Foke, meski kenaikan harga kebutuhan pokok lain terbilang wajar, harga daging sapi naik cukup tinggi.
Harga kebutuhan pokok pada empat hari menjelang (H-4) Lebaran hanya mengalami kenaikan 1 persen saja, atau rata-rata hanya naik sekitar Rp1.000. Namun begitu, kenaikan harga tertinggi terjadi pada daging sapi yang harga jualnya di pasar-pasar tradisional mencapai Rp90.000 per kilogram, atau naik sebesar Rp10.000 per kilogram.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Slipi, Jalan Kemanggisan Raya, Jakarta Barat, Sri (50 tahun) misalnya, membenarkan terjadinya kenaikan harga cabe keriting dan bawang bombay. Selebihnya, menurutnya yang berbicara dalam kesempatan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, hari ini, harga bumbu dapur lainnya masih tetap stabil menjelang Lebaran.
Dikatakannya, harga cabe keriting naik sebesar Rp2.000 per kilogram sehingga menjadi Rp24.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp22.000 per kilogram. Sementara bawang bombay naik sekitar Rp4.000 per kilogram, sehingga harganya menjadi Rp16.000 dari awalnya Rp12.000 per kilogram.
"Itu yang mengalami kenaikan tertinggi. Selebihnya, bahan bumbu dapur hanya mengalami kenaikan sedikit, sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Wajar kok. Lagipula, pelanggan nggak mengeluh dengan kenaikan harga, karena wajar menjelang Lebaran harga akan naik setiap tahunnya," kata Sri yang mengaku sudah 30 tahun berjualan di Pasar Slipi, Rabu (15/8).
Sementara pedagang lainnya di Pasar Slipi, Engkus (26 tahun) yang berjualan bakso dan sosis, mengeluhkan naiknya harga daging sapi, yang membuat harga bakso dan sosis yang dijualnya turut naik. Keluhan itu pun disampaikannya langsung kepada Gubernur Fauzi Bowo di sela-sela sidaknya ke Pasar Slipi kali ini.
"Harga bakso dan sosis naik, Pak, karena daging sapi harganya naik. Tapi pasokan bakso dan sosis cukup hingga untuk Lebaran," jelas Engkus kepada Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.
Lebih lanjut, Engkus mengatakan bahwa harga bakso naik sebesar Rp3.000 hingga Rp5.000 per bungkus, sehingga harganya menjadi Rp41.000 dari awalnya Rp36.000 per bungkus. Begitu juga dengan sosis yang 1 dus-nya berisi 15 pak dengan tiap pak berisikan 15 potong sosis, naik Rp10.000 per dus. Harganya kini menjadi Rp145.000 per dus, dari awalnya Rp135.000 per dus.
"Harga naik sudah sejak puasa. Kenaikan harga barang menurut pabrik pengolahan bakso dan sosis (adalah) karena harga daging sapi naik. Bukan karena kelangkaan daging sapi. Sosis sekarang satu pak berisi 15 potong sosis, saya jual jadi Rp10.000 dari awalnya Rp9.000 per pak," ujar Engkus yang sudah empat tahun menjadi pedagang bakso dan sosis di Pasar Slipi.
Kenaikan harga daging sapi sendiri diakui oleh pedagang daging sapi, Muslih (35 tahun). Menurutnya, sebelum periode Lebaran, harga daging sapi mencapai Rp80.000 per kilogram, namun saat ini sudah mencapai Rp90.000 per kilogram. Dia pun memperkirakan pada H-2 Lebaran, harga daging sapi akan menembus angka Rp100.000 per kilogram.
"Ya, dua hari sebelum Lebaran dan selama Lebaran dua hari, paling mentok harga daging sapi bakal sampai Rp100.00 per kilogram. Ini lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu yang harganya mentok Rp80.000 per kilogram. Harga ini akan normal lagi usai Lebaran. Biasalah seperti itu," kata Muslih yang mengaku tinggal di Kebon Sayur, Slipi, Jakarta Barat.
Diakui Muslih, kenaikan harga daging sapi yang melonjak tinggi itu dikarenakan sempat terjadinya kelangkaan akibat pembatasan kuota daging sapi impor oleh pemerintah pusat. Namun menurutnya, sekarang stok daging sapi sudah dikabarkan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta hingga Lebaran usai.
"Stok daging sapi sudah ada dan aman sekarang. Cukuplah untuk warga selama Lebaran, sampai Lebaran selesai," kata pria yang mengaku sudah menjadi pedagang daging sapi di Pasar Slipi sekitar 10 tahun itu.
Foke sendiri, usai melakukan sidak di Pasar Slipi, mengatakan bahwa memang para pedagang di Pasar Slipi mengakui terjadinya kenaikan harga bahan pokok, meskipun kenaikannya relatif kecil. Sehubungan dengan itu, pedagang menurutnya tidak terlalu mengkhawatirkan terjadinya penurunan omset penjualan.
"Saya secara umum memantau langsung perkembangan harga barang pokok di pasar tradisional. Saya lihat, harga barang pokok tetap stabil. Paling yang naik harganya cukup tinggi adalah daging sapi, mencapai angka Rp90.000 per kilogram. Harga cabe konstan. Pedagang juga memperkirakan tidak ada kenaikan yang cukup berarti," kata Foke di Pasar Slipi, Rabu (15/8).
Sementara, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Adi Ariantara, menyimpulkan bahwa posisi harga barang-barang pokok memang mengalami kenaikan rata-rata 1 persen atau sebesar sekitar Rp1.000. "Dalam seminggu ini, berdasarkan pantauan kami di lapangan, posisi kenaikan harga barang bahan pokok naik hanya 1 persen saja," katanya.
Harga kebutuhan pokok pada empat hari menjelang (H-4) Lebaran hanya mengalami kenaikan 1 persen saja, atau rata-rata hanya naik sekitar Rp1.000. Namun begitu, kenaikan harga tertinggi terjadi pada daging sapi yang harga jualnya di pasar-pasar tradisional mencapai Rp90.000 per kilogram, atau naik sebesar Rp10.000 per kilogram.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Slipi, Jalan Kemanggisan Raya, Jakarta Barat, Sri (50 tahun) misalnya, membenarkan terjadinya kenaikan harga cabe keriting dan bawang bombay. Selebihnya, menurutnya yang berbicara dalam kesempatan inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, hari ini, harga bumbu dapur lainnya masih tetap stabil menjelang Lebaran.
Dikatakannya, harga cabe keriting naik sebesar Rp2.000 per kilogram sehingga menjadi Rp24.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp22.000 per kilogram. Sementara bawang bombay naik sekitar Rp4.000 per kilogram, sehingga harganya menjadi Rp16.000 dari awalnya Rp12.000 per kilogram.
"Itu yang mengalami kenaikan tertinggi. Selebihnya, bahan bumbu dapur hanya mengalami kenaikan sedikit, sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000. Wajar kok. Lagipula, pelanggan nggak mengeluh dengan kenaikan harga, karena wajar menjelang Lebaran harga akan naik setiap tahunnya," kata Sri yang mengaku sudah 30 tahun berjualan di Pasar Slipi, Rabu (15/8).
Sementara pedagang lainnya di Pasar Slipi, Engkus (26 tahun) yang berjualan bakso dan sosis, mengeluhkan naiknya harga daging sapi, yang membuat harga bakso dan sosis yang dijualnya turut naik. Keluhan itu pun disampaikannya langsung kepada Gubernur Fauzi Bowo di sela-sela sidaknya ke Pasar Slipi kali ini.
"Harga bakso dan sosis naik, Pak, karena daging sapi harganya naik. Tapi pasokan bakso dan sosis cukup hingga untuk Lebaran," jelas Engkus kepada Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.
Lebih lanjut, Engkus mengatakan bahwa harga bakso naik sebesar Rp3.000 hingga Rp5.000 per bungkus, sehingga harganya menjadi Rp41.000 dari awalnya Rp36.000 per bungkus. Begitu juga dengan sosis yang 1 dus-nya berisi 15 pak dengan tiap pak berisikan 15 potong sosis, naik Rp10.000 per dus. Harganya kini menjadi Rp145.000 per dus, dari awalnya Rp135.000 per dus.
"Harga naik sudah sejak puasa. Kenaikan harga barang menurut pabrik pengolahan bakso dan sosis (adalah) karena harga daging sapi naik. Bukan karena kelangkaan daging sapi. Sosis sekarang satu pak berisi 15 potong sosis, saya jual jadi Rp10.000 dari awalnya Rp9.000 per pak," ujar Engkus yang sudah empat tahun menjadi pedagang bakso dan sosis di Pasar Slipi.
Kenaikan harga daging sapi sendiri diakui oleh pedagang daging sapi, Muslih (35 tahun). Menurutnya, sebelum periode Lebaran, harga daging sapi mencapai Rp80.000 per kilogram, namun saat ini sudah mencapai Rp90.000 per kilogram. Dia pun memperkirakan pada H-2 Lebaran, harga daging sapi akan menembus angka Rp100.000 per kilogram.
"Ya, dua hari sebelum Lebaran dan selama Lebaran dua hari, paling mentok harga daging sapi bakal sampai Rp100.00 per kilogram. Ini lebih tinggi dari Lebaran tahun lalu yang harganya mentok Rp80.000 per kilogram. Harga ini akan normal lagi usai Lebaran. Biasalah seperti itu," kata Muslih yang mengaku tinggal di Kebon Sayur, Slipi, Jakarta Barat.
Diakui Muslih, kenaikan harga daging sapi yang melonjak tinggi itu dikarenakan sempat terjadinya kelangkaan akibat pembatasan kuota daging sapi impor oleh pemerintah pusat. Namun menurutnya, sekarang stok daging sapi sudah dikabarkan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta hingga Lebaran usai.
"Stok daging sapi sudah ada dan aman sekarang. Cukuplah untuk warga selama Lebaran, sampai Lebaran selesai," kata pria yang mengaku sudah menjadi pedagang daging sapi di Pasar Slipi sekitar 10 tahun itu.
Foke sendiri, usai melakukan sidak di Pasar Slipi, mengatakan bahwa memang para pedagang di Pasar Slipi mengakui terjadinya kenaikan harga bahan pokok, meskipun kenaikannya relatif kecil. Sehubungan dengan itu, pedagang menurutnya tidak terlalu mengkhawatirkan terjadinya penurunan omset penjualan.
"Saya secara umum memantau langsung perkembangan harga barang pokok di pasar tradisional. Saya lihat, harga barang pokok tetap stabil. Paling yang naik harganya cukup tinggi adalah daging sapi, mencapai angka Rp90.000 per kilogram. Harga cabe konstan. Pedagang juga memperkirakan tidak ada kenaikan yang cukup berarti," kata Foke di Pasar Slipi, Rabu (15/8).
Sementara, Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta, Adi Ariantara, menyimpulkan bahwa posisi harga barang-barang pokok memang mengalami kenaikan rata-rata 1 persen atau sebesar sekitar Rp1.000. "Dalam seminggu ini, berdasarkan pantauan kami di lapangan, posisi kenaikan harga barang bahan pokok naik hanya 1 persen saja," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




