Fortune Mate Kembangkan Hunian Dekat Bandara Juanda
Kamis, 20 Agustus 2020 | 21:57 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - PT Fortune Mate Indonesia Tbk, mencari celah peluang bisnis properti dengan tetap mengembangkan proyek baru, meskipun kondisi pasar properti sekarang masih lesu karena terdampak pandemi virus corona (Covid-19).
Perseroan saat ini tengah mengembangkan proyek baru berupa hunian tapak, Juanda Land, yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Juanda.
Baca Juga: Fortune Mate Andalkan Proyek Pergudangan
Corporate Secretary PT Fortune Mate Indonesia Tbk, Agustinus Sunarto mengatakan, proyek baru itu memanfaatkan lahan yang dimiliki perseroan. Pembangunan proyek hunian ini, sudah dimulai sejak enam bulan lalu. Di lokasi proyek hunian tapak ini perseroan akan membangun sebanyak 40 unit rumah dua lantai yang ditawarkan dengan harga Rp 800 jutaan per unit.
"Proyek hunian tapak di Juanda Land sudah direspon oleh pasar, karena sudah terjual 3 unit. Tentu kami bersyukur di tengah pandemi ternyata pasar masih ada," kata Agustinus pada paparan publik perseroan di Surabaya, Rabu (19/8/2020).
Dia menyatakan, meskipun pasar properti saat ini cukup lesu akibat pandemi, pihaknya tetap berusaha mencari celah kemungkinan adanya peluang bisnis dengan mengambangkan proyek-proyek baru untuk menjaga pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.
Baca Juga: Tak Ada Istilah Bandara Internasional
Selain proyek hunian tapak di Juanda Land tersebut, pihaknya juga sedang menyiapkan proyek hunian baru di lahan seluas 20 hektare (ha) di kawasan Sememi di Surabaya Barat. Di kawasan itu pula sebelumnya perseroan telah mengembangkan tiga klaster perumahan, yakni Palm Oasis, The Green Tamansari, dan Palm Residence, yang pemasaran masih terus berjalan.
"Untuk perumahan di lahan 20 hektare, saat ini sedang disiapkan fasilitas lingkungan dan infrastruktur seperti taman, jalan dan dan jembatan yang akan mendukung proyek perumahan sebelum nantinya siap dimulainya pembangunan proyek pada 2021 mendatang," ujarnya.
Selain rencana proyek-proyek baru tersebut, perseroan juga masih tetap memasarkan proyek pergudangan Fortune Business Industrial Park di Tambaksawah, Sidoarjo. Dari 4 blok proyek pergudangan tersebut, saat ini penjualan untuk blok A sudah mencapai 90 persen, sementara blok B 70 persen, dan blok C 30 persen. Harga pergudangan premium tersebut mulai di kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar per unit.
Baca Juga: Pemerintah Tinjau Ulang Status 30 Bandara
Perseroan, kata Agustinus, memiliki dua lokasi proyek pergudangan, satu di Tambaksawah Sidoajo itu dan satunya lagi di Romokalisari. Sumbangan kedua proyek pergudangan itu cukup besar pada pencapaian kinerja penjualan sepanjang tahun 2019 lalu. Dimana penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 84,25 miliar, atau naik 94,87 persen dibanding penjualan bersih pada 2018 sebesar Rp 43,23 miliar.
Agustinus mengatakan, kinerja sektor properti tahun ini diperkirakan akan jauh lebih sulit dibandingkan tahun lalu karena dampak pandemi. Namun, peluang di sektor perumahan masih tetap ada, terutama untuk segmen menengah bawah karena pada segmen ini pasarnya tersendiri.
Oleha karena itu, lanjut dia, perseroan tetap menyiapkan produk dari proyek hunian barunya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. "Diharapkan saat pandemi berangsur menurun, produk yang kita siapkan terserap dan bisa mendongkrak kinerja perseroan," katanya.
Baca Juga: Fortune Mate Genjot Penjualan Gudang dan Ruko
Sampai kuartal I 2020, penjualan bersih perseroan mencapai Rp 19,5 miliar atau turun 32,3 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp 28,8 miliar.
Sementara, laba komperehensif entitas induk perseroan pada kuartal I 2020 sebesar Rp 268 juta atau turun 97,56 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,9 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




