Kadin Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (-0.33)   |   COMPOSITE 6359.21 (7.39)   |   DBX 1342.2 (19.78)   |   I-GRADE 184.288 (-0.11)   |   IDX30 516.126 (-0.99)   |   IDX80 138.807 (-0.29)   |   IDXBUMN20 408.536 (-1.13)   |   IDXESGL 142.044 (-0.14)   |   IDXG30 145.076 (-0.22)   |   IDXHIDIV20 455.222 (-1.21)   |   IDXQ30 147.857 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 298.089 (1.62)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (-0.87)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.25)   |   Investor33 444.599 (-0.56)   |   ISSI 184.85 (-0.38)   |   JII 633.797 (-2.23)   |   JII70 223.435 (-0.43)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.73)   |   LQ45 967.658 (-1.65)   |   MBX 1728.33 (-1.77)   |   MNC36 329.04 (-0.3)   |   PEFINDO25 326.697 (-0.49)   |   SMInfra18 315.108 (-2.17)   |   SRI-KEHATI 378.138 (-0.1)   |  

Kadin Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19

Selasa, 17 November 2020 | 16:55 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November 2020. Berbeda dengan pelaksanaan empat JFSS sebelumnya, JFSS-5 pada tahun ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19 sehingga akan digelar secara virtual.

Ketua Pelaksana JFSS-5, Juan Permata Adoe, mengatakan, JFSS bertujuan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Tema dalam JFSS-5 ini adalah“Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan & Gizi, Serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan & Industri Pengolahan”.

Pertimbangannya, selain berdampak bagi kesehatan manusia, pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian negara-negara di dunia dan memicu resesi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia. “Dampak paling nyata dari resesi ekonomi adalah meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Juan.

Juan menjelaskan, sektor pangan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sektor ini tidak terdampak besar karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tak tergantikan, meskipun ekonomi sedang krisis.

Bahkan, dalam situasi sekarang, posisi sektor pangan semakin strategis, di mana kebutuhan pangan yang tidak tercukupi dapat memicu krisis pangan, yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan politik.

“Terlebih lagi, Badan Pangan Dunia (FAO) sudah memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia akibat Covid-19,” ujar Juan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan, Franky Oesman Widjaja, mengatakan, pertumbuhan sektor pertanian tetap tinggi pada saat sektor lain justru sedang menurun.

Oleh karenanya, kebijakan dan kemitraan yang berpihak kepada sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan yang mampu mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, perlu terus didorong.

“Masalah-masalah utama sektor pertanian perlu menjadi perhatian serius, seperti ketersediaan lahan, benih unggul, pupuk, pembiayaan, pemasaran, irigasi, sarana penyimpanan hasil pertanian dan sarana-prasarana lainnya, serta kelembagaan. Demkian pula kendala lainnya seperti kebijakan menyangkut bibit dan bahan baku peternakan dan penggemukan sapi,” katanya.

Menurut Franky kendala tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan pola kemitraan yang dilandasi prinsip saling menguntungkan antara pemerintah, pengusaha, perbankan, petani melalui koperasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam sebuah rantai pasok terintegrasi.

Kadin menggagas model kerja sama Inclusive Closed Loop guna membangun ekosistem berusaha. Model kemitraan ini, kata Franky, merupakan skema dari hulu-hilir sehingga keberlanjutan produksi tetap terjaga dan petani semakin sejahtera.

Sistem inclusive closed loop menaungi empat unsur utama, yaitu akses untuk membeli bibit dan pupuk, pendampingan kepada petani untuk menerapkan good practice agriculture, kemudahan akses kredit dari lembaga keuangan, jaminan pembelian produk pertanian oleh perusahaan pembina (off taker).

Skema ini sudah berhasil diterapkan terhadap komoditas kelapa sawit dan mulai direplikasi oleh komoditas lainnya seperti komoditas cabai di Garut, Jawa Barat.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menilai kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja bisa menciptakan sistem birokrasi perizinan yang jauh lebih sederhana, termasuk di sektor kelautan dan perikanan nasional.

Dia mengatakan, untuk memulai dan melanjutkan usaha di sektor kelautan dan perikanan, pelaku usaha nasional mengharapkan empat hal dari pemerintah, yakni perizinan yang sederhana, ketentuan perpajakan yang jelas, kepastian usaha, dan kepastian hukum.

JFSS-5 akan membahas sejumlah langkah, strategi dan solusi agar sektor pertanian, peternakan dan perikanan bisa menjadi tumpuan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo akan membuka kegiatan yang melibatkan pula empat belas Menteri Kabinet Indonesia Maju selaku pembicara.

Selama dua hari, ada empat tema besar yang akan dibahas , yaitu momentum untuk mendukung petani, peternak, dan nelayan; memaksimalkan potensi pasar domestik; strategi ekspor Indonesia di masa Pandemi dan pasca pandemi, dan menyusun strategi baru pasca pandemi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bulan Depan, Pelabuhan Patimban Layani Ekspor Impor Mobil

Saat ini tim pelaksana masih terus melakukan penyelesaian sejumlah pekerjaan agar bisa dioperasikan secara terbatas di Desember 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Lumbung Dana dan PT Jasa Sarana Teken Kontrak Rp 10 T untuk Permodalan UMKM

Fintech P2P Lending Lumbung Dana Indonesia menandatangani kontrak dengan PT Jasa Sarana senilai Rp 10 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

PasarPolis Demokratisasi Asuransi

Kehadiran Insuretech PasarPolis memiliki peran penting dalam mengikis anggapan tersebut melalui produk asuransi yang sederhana.

EKONOMI | 17 November 2020

TLKM dan ADHI Jadi Jawara Daftar Saham Teraktif

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan frekuensi 53.915 kali.

EKONOMI | 17 November 2020

Sejalan Uang Asia, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.055 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.040- Rp 14.065 per dolar AS.

EKONOMI | 17 November 2020

IHSG Ditutup Bertambah 35 Poin Tembus 5.529

Indeks LQ-45 naik 8,3 poin (0,95%) ke level 881,8.

EKONOMI | 17 November 2020

BCI Asia Dukung Industri Konstruksi Secara Digital

Aplikasi FuturArc dan Construction+ menghadirkan pengalaman membaca bagi pelaku industri melalui akses mudah mencakup konten, teknologi, dan topik terbaru.

EKONOMI | 17 November 2020

Bursa Eropa Dibuka Melemah Meski Berita Vaksin Positif

FTSE London dibuka 24 poin lebih rendah ke 6.406.

EKONOMI | 17 November 2020

Pelabuhan dan Terminal Sehat Raih Penghargaan dari Kemenkes

Kegiatan ini bisa menjadi momentum mengajak seluruh komponen anak bangsa agar berperilaku hidup sehat serta menerapkan protokol di fasilitas umum.

EKONOMI | 17 November 2020

Industri Asuransi Perlu Berinovasi dalam Ekosistem Digital

Pelaku industri asuransi diminta untuk lebih jeli melihat kebutuhan konsumen melalui inovasi produk yang ditawarkan, serta memanfaatkan ekosistem digital.

EKONOMI | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS