Libur Imlek 2026 Dongkrak Ekonomi, Perputaran Uang Lebih dari Rp 9 T
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, memperkirakan potensi perputaran uang selama libur dan perayaan Imlek 2577 Kongzili pada 16-17 Februari 2026 mencapai lebih dari Rp 9 triliun. Momentum libur nasional dua hari ini dinilai mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan produktivitas perekonomian nasional.
Diketahui, pemerintah menetapkan Senin (16/2/2026) sebagai cuti bersama dan Selasa (17/2/2026) sebagai libur nasional dalam rangka Tahun Baru Imlek.
Selain menjadi momen perayaan bagi warga Tionghoa, libur ini juga dimanfaatkan masyarakat luas untuk bepergian, berwisata, menikmati kuliner, hingga ziarah menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Lonjakan Pergerakan Penumpang
Libur Imlek tahun ini berdampak signifikan pada sektor transportasi. Tiket penerbangan ke berbagai kota seperti Medan, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Bali, dan Palembang mengalami peningkatan permintaan.
Jumlah penumpang yang bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Sementara itu, penumpang kereta api menuju berbagai kota di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya hampir menembus 1 juta orang.
Penumpang kereta cepat Whoosh juga meningkat 25% menjadi sekitar 25.000 orang selama periode libur Imlek.
Untuk kendaraan pribadi, data dari Jasa Marga memperkirakan sekitar 1,6 juta kendaraan melintas, dengan sekitar 831.000 kendaraan meninggalkan Jabodetabek dan sisanya masuk ke wilayah tersebut. Apabila rata-rata satu mobil membawa empat orang, maka total pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 6,4 juta orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




