Imlek-Ramadan Diyakini Jadi Pembuka Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen
Selasa, 17 Februari 2026 | 12:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai rangkaian konsumsi Imlek hingga Ramadan 2026 menjadi modal awal yang kuat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 di kisaran 5,5%. Perputaran uang pada dua momentum ini diperkirakan mendorong konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menyampaikan potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 9 triliun. Arus belanja ini dianggap menjadi pembuka rangkaian konsumsi yang akan berlanjut hingga Ramadan dan Idulfitri.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mengerek konsumsi rumah tangga yang akan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Menurut Sarman, penetapan libur Imlek selama dua hari, Senin–Selasa (16–17 Februari 2026) mendorong mobilitas dan belanja masyarakat. Momentum tersebut tidak hanya dimanfaatkan warga keturunan Tionghoa dalam merayakan Imlek 2577 Kongzili, tetapi juga masyarakat luas untuk berwisata, kuliner, dan ziarah menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Dari sisi transportasi, Kadin mencatat lonjakan pergerakan masyarakat. Jumlah penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Penumpang kereta api ke berbagai kota di Pulau Jawa hampir menembus 1 juta orang, sementara penumpang kereta cepat Whoosh meningkat 25% menjadi sekitar 25.000 penumpang selama libur Imlek.
Mobilitas kendaraan pribadi juga tinggi. Data Jasa Marga memperkirakan sekitar 1,6 juta kendaraan bergerak pada periode tersebut, dengan sekitar 831.000 kendaraan meninggalkan Jabodetabek. Dengan asumsi rata-rata empat penumpang per kendaraan, pergerakan manusia diperkirakan mencapai 6,4 juta orang.
Aktivitas ini berdampak langsung pada sektor pariwisata dan turunannya, mulai dari destinasi wisata, pusat perbelanjaan, ritel, pusat kuliner, hingga UMKM. Permintaan komoditas khas Imlek, seperti buah-buahan dan makanan tradisional, diperkirakan meningkat sekitar 30% selama perayaan.
Sarman menegaskan, konsumsi pada periode Imlek menjadi pembuka rangkaian belanja yang berlanjut ke Ramadan dan Idulfitri, yang secara historis merupakan puncak konsumsi rumah tangga nasional.
"Tentu akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 yang ditargetkan di kisaran 5,5%. Target ini optimistis bisa tercapai karena selesai perayaan dan libur Imlek akan berlanjut bulan Ramadhan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah," kata Sarman.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,5% menjadi modal besar untuk mencapai terget pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 di kisaran 5,4%-5,6%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




