Mentan Optimis RI Terhindar Krisis Pangan
Kamis, 13 September 2012 | 14:31 WIB
Kementan telah menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi kekurangan pangan.
Menteri Pertanian Suswono optimis Indonesia akan terhindar dari ancaman krisis pangan global yang diprediksi terjadi pada 2013 menyusul peringatan organisasi pangan dunia (FAO) soal risiko global tersebut.
Saat ini, Kementan telah menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi kekurangan pangan.
"Secara umum kita diapresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan," kata Suswono di Jakarta, hari ini.
Mentan mengungkapkan, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah diversifikasi pangan dengan makanan pokok lainnya.
Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan bibit pangan yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.
"Sejauh ini, iklim yang ada bisa kita adaptasi dengan menggunakan bibit yang bisa bertahan dengan perubahan itu," kata Mentan.
Sebelumnya, organisasi pangan dunia (FAO) mengingatkan Indonesia akan mengalami kekurangan stok beras. Risiko ini akibat anomali cuaca sehingga mengganggu ketersediaan air.
FAO juga mengingatkan, krisis pangan global akan terjadi pada di 2013 menyusul ancaman kekeringan yang melanda sebagian besar negara dunia sepanjang tahun ini.
Kekeringan ini memicu kenaikan harga jagung dan gandum serta harga kedelai yang sempat memukul industri pengolahan tahu tempe di Indonesia.
FAO memperkirakan, harga pangan akan tetap tinggi dan fluktuatif selama sepuluh tahun kedepan. untuk itu, FAO meminta negara-negara di dunia untuk menghentikan penggunaan tanaman pangan sebagai bahan bakar sampai masalah ini diselesaikan.
Berbeda dengan krisis pangan tahun 2008 lalu yang terjadi karena banyak spekulan yang bermain dengan harga, krisis pangan tahun ini terjadi karena suplai yang terganggu akibat kekeringan yang terjadi di Amerika, Rusia dan beberapa tempat lainnya termasuk Indonesia.
Menteri Pertanian Suswono optimis Indonesia akan terhindar dari ancaman krisis pangan global yang diprediksi terjadi pada 2013 menyusul peringatan organisasi pangan dunia (FAO) soal risiko global tersebut.
Saat ini, Kementan telah menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi kekurangan pangan.
"Secara umum kita diapresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan," kata Suswono di Jakarta, hari ini.
Mentan mengungkapkan, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah diversifikasi pangan dengan makanan pokok lainnya.
Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan bibit pangan yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.
"Sejauh ini, iklim yang ada bisa kita adaptasi dengan menggunakan bibit yang bisa bertahan dengan perubahan itu," kata Mentan.
Sebelumnya, organisasi pangan dunia (FAO) mengingatkan Indonesia akan mengalami kekurangan stok beras. Risiko ini akibat anomali cuaca sehingga mengganggu ketersediaan air.
FAO juga mengingatkan, krisis pangan global akan terjadi pada di 2013 menyusul ancaman kekeringan yang melanda sebagian besar negara dunia sepanjang tahun ini.
Kekeringan ini memicu kenaikan harga jagung dan gandum serta harga kedelai yang sempat memukul industri pengolahan tahu tempe di Indonesia.
FAO memperkirakan, harga pangan akan tetap tinggi dan fluktuatif selama sepuluh tahun kedepan. untuk itu, FAO meminta negara-negara di dunia untuk menghentikan penggunaan tanaman pangan sebagai bahan bakar sampai masalah ini diselesaikan.
Berbeda dengan krisis pangan tahun 2008 lalu yang terjadi karena banyak spekulan yang bermain dengan harga, krisis pangan tahun ini terjadi karena suplai yang terganggu akibat kekeringan yang terjadi di Amerika, Rusia dan beberapa tempat lainnya termasuk Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




