ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS: Inflasi Dipengaruhi Faktor Cuaca, Tarif Tol, dan Harga Tempe

Senin, 1 Februari 2021 | 12:02 WIB
AK
H
FB
Penulis: Arnoldus Kristianus, Herman
Editor: FMB
Aktivitas jual beli di pasar tradisional Tebet Timur, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2021.
Aktivitas jual beli di pasar tradisional Tebet Timur, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2021. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Januari 2020 terjadi inflasi sebesar 0,26% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,95. Inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga berbagai komoditas, antara lain cabai rawit, ikan segar, tempe, tahu dan tarif jalan tol.

"Cabai rawit memberikan andil ke inflasi sebesar 0,08%. Kenaikan harga cabai rawit terjadi di 87 Kota dan yang tertinggi terjadi di Kupang dan Bima," ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual pada Senin (1/2/2021).

Suhariyanto mengungkapkan, kenaikan harga cabai rawit dan ikan tersebut tersebut lebih disebabkan oleh faktor cuaca, bukan karena permintaan yang meningkat.

"Kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar ini terjadi karena adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan banjir di beberapa sentra produksi. Cuaca buruk juga membuat harga ikan meningkat. Jadi betul bahwa kenaikan harga ini lebih dipengaruhi sisi supply karena cuaca yang buruk," kata dia.

ADVERTISEMENT

Dari berbagai prediksi yang disampaikan Kementerian Pertanian, Suhariyanto menyampaikan harga cabai rawit pada akhir Februari 2021 atau Maret 2021 diharapkan akan stabil.

"Untuk kenaikan harga tempe dan tahu mentah kita tahu bahwa pada bulan Januari kemarin terjadi kenaikan harga kedelai impor yang pada akhirnya berimbas pada kenaikan biaya produksi," ucap Suhariyanto.

Suhariyanto mengatakan kelompok pengeluaran penyediaan makanan dan minuman serta restoran pada bulan Januari ini mengalami inflasi sebesar 0,33% dengan andil inflasi sebesar 0,03%. Komoditas yang dominan memberikan andil kepada inflasi pada kelompok ini adalah kenaikan harga untuk nasi dengan lauk pauk yang memberikan andil kepada inflasi sebesar 0,01%.

"Sementara untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya meskipun memberikan andil pada inflasi sebesar 0,02%," ucap Suhariyanto.

Kelompok pengeluaran transportasi ini pada bulan Januari mengalami deflasi sebesar 0,3% dan memberikan andil kepada deflasi sebesar 0,04%. Komoditas yang memberikan andil ke deflasi adalah tarif angkutan udara yang mengalami penurunan dan memberikan andil ke deflasi sebesar 0,06%. Hal ini terjadi karena masa liburan akhir tahun sudah berlalu sehingga banyak maskapai penerbangan yang menurunkan tarif harga tiket.

"Penurunan harga tiket ini terjadi di 45 kota IHK yang tertinggi adalah penurunan harga tiket yang terjadi di Tarakan sebesar 33% dan juga di Banjarmasin sebesar 25%," ucap Suhariyanto.

Tetapi pada kelompok ini juga ada komoditas yang dominan memberikan sumbangan kepada inflasi yaitu adalah tarif jalan tol sebesar 0,04%. Pada bulan Januari 2021 ini ada kenaikan tarif jalan tol di beberapa ruas yang dikelola oleh PT Jasa Marga.

Pada Januari 2021, inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,43% akibat kenaikan harga berbagai jenis ikan dan cabai rawit, sedangkan terendah di Balikpapan dan Ambon sebesar 0,02%. Untuk deflasi, tertinggi terjadi di Baubau sebesar -0,92%, sedangkan deflasi terendah terjadi di Pontianak sebesar -0,01%.

Dengan inflasi 0,26% pada Januari 2021 tersebut, maka tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) sebesar 1,55%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

NASIONAL
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

BANTEN
BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

EKONOMI
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

MULTIMEDIA
Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

EKONOMI
BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon