ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Nilai Tukar Petani Naik Tipis 0,01%

Senin, 1 Februari 2021 | 16:11 WIB
AK
B
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: B1
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto .
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto . (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 103,26 atau naik 0,01% dibanding NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,45%, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,44%.

"Kita bisa melihat NTP Januari 2021 hampir sama atau flat dengan NTP Desember 2020," ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual di kantornya pada Senin (1/2/2021).

Ia mengatakan ada dua subsektor yang mengalami penurunan yaitu tanangan pangan dan peternakan. Subsektor tanaman pangan mengalami penurunan 0,28% sebab kenaikan indeks harga yang dibayar petani hanya 0,8%, hal ini yang dipengaruhi oleh kenaikan harga gabah.

ADVERTISEMENT

"Sementara kenaikan harga yang dibayar petani lebih tinggi yaitu sebesar 0,47% ini yang menyebabkan NTP untuk tanaman pangan mengalami penurunan," ucapnya.

Biar dirinci kenaikan indeks harga yang diteirma pada Januari 2021 disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok padi sebesar 0,35%. Sementara itu kelompok palawija, khususnya komoditas ketela pohon, ketela rambat, dan kacang tanah yang mengalami penurunan sebesar 0,32%.

Sementara itu peningkatan indeks harga yang harus dibayarkan sebesar 0,47 % karena oleh kenaikan Indeks Kelompok Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,44% dan kenaikan Indeks Kelompok Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 0,54%.

Subsektor peternakan mengalami penurunan 0,72% sebab indeks harga yang diterima petani turun 0,4% sedangkan indeks harga yang harus dibayar 0,32%.

Penurunan indeks harga yang diterima pada Januari 2021 disebabkan oleh turunnya indeks pada seluruh kelompok penyusun Subsektor Peternakan, yaitu kelompok ternak besar sebesar 0,02%, kelompok ternak kecil sebesar 0,47%, kelompok unggas sebesar 0,26%, dan kelompok hasil ternak sebesar 1,62%.

Komoditas yang menyebabkan penurunan indesk harga yang diterima terbesar pada Subsektor Peternakan adalah telur ayam ras dan ayam kampung/buras.

Sedangkan peningkatan pada nilai indeks harga yang dibayar dikarenakan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,41% dan kenaikan indeks kelompok BPPBM mengalami kenaikan sebesar 0,23%.

Suhariyanto mengatakan NTP tanaman hortikultura mengalami kenaikan 1% karena indeks harga yang diterima naik sebesar 1,36%, lebih tinggi dari peningkatan indeks harga yang harus dibayar sebesar 0,36%. Peningkatan It pada Januari 2021 disebabkan oleh naiknya It pada dua kelompok penyusun NTPH yaitu kelompok sayur-sayuran (khususnya komoditas cabai rawit, cabai merah, dan buncis) sebesar 1,99% dan kelompok buah-buahan (khususnya komoditas jeruk dan mangga) sebesar 0,16%.

Sementara itu, kelompok tanaman obat (khususnya komoditas jahe) mengalami penurunan sebesar 0,97% . Peningkatan indeks harga yang harus dibayar sebesar 0,36% disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok KRT sebesar 0,35% dan kenaikan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,36%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

NASIONAL
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

BANTEN
BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

EKONOMI
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

MULTIMEDIA
Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

EKONOMI
BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon