Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Kisaran -2,1%
Kamis, 4 Februari 2021 | 18:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom BNI Ryan Kiryanto memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 akan berada di kisaran -1,25% sampai -0,75%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 diperkirakan akan berkisar -1,9% hingga -2,3% dengan titik tengah - 2,1%. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sumber pertumbuhan ekonomi investasi dan konsumsi rumah tangga belum berjalan optimal.
"Hal ini sangat berpengaruh ke perekonomian. Mobilitas orang dan barang pun terganggu. Masyarakat belum berani keluar rumah, cenderung stay at home dan work from home yang membuat permintaan agregat anjlok terhadap barang dan jasa," ucap Ryan ketika dihubungi pada Kamis (4/2/2021).
Menurut Ryan perkiraan ini relatif lebih baik dibandingkan negara-negara peers, kecuali Tiongkok dan Vietnam di Asia yang mampu tumbuh positif karena kesuksesan mengatasi pandemi Covid-19. Lebih lanjut Ryan mengatakan kondisi neraca perdagangan belum berjalan optimal. Secara kumulatif nilai ekspor US$ 163,3 miliar, US$ impor 141,5 miliar sehingga selama tahun 2020 nilai neraca dagang surplus US$ 21,74 miliar pada tahun 2020.
"Meskipun mampu cetak surplus lantaran anjloknya impor, bukan karena lonjakan ekspor," ucap Ryan.
Pemerintah memang menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan pagu Rp 695 triliun tetapi serapan anggaran dan implementasinya sedikit banyak juga terkendala oleh PSBB dan jumlah penderita Covid-19 yang belum menurun, bahkan cenderung menaik. Namun relaksasi bauran kebijakan dari Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (keuangan) yang countercyclical dan forward looking membuat tekanan ke sektor riil dan sektor keuangan berkurang.
"Stabilitas sistem keuangan masih bisa dijaga dengan baik karena BI, OJK, dan Kementerian Keuangan selalu responsif dan berada di pasar," ucap Ryan.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 ini akan tumbuh positif di kisaran 4% sampai 4,5%. Faktor kunci keberhasilan pada implementasi tiga game changers dengan baik yaitu vaksinasi massal, UU Cipta Kerja dan Disiplin Protokol Kesehatan.
Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 akan berada di kisaran 4,8% sampai 5,8%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi neraca perdagangan, proses vaksinasi, dan kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan.
"Pada tahun 2021 ini pemulihan ekonomi sedang berjalan dan ini cukup positif kami melihat melihat pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8%. Hal ini didukung oleh ekspor dan kondisi ekonomi global yang sudah mulai membaik," ucap Perry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




