Ratusan Kapal Supertanker Berlayar Ke Tiongkok, Tarif Berpotensi Melonjak
Jumat, 19 Februari 2021 | 11:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan data pergerakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg, jumlah kapal supertanker (Very Large Container Carrier) atau VLCC yang berlayar menuju pelabuhan di Tiongkok melonjak ke tingkat tertinggi dalam 4 tahun terakhir untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir, yaitu mencapai 127 kapal tanker pada Jumat 6 Februari 2021. Ini merupakan lebih dari 50% lebih tinggi daripada lazimnya dan didorong pulihnya perekonomian Tiongkok.
Bloomberg memperkirakan bahwa kapal-kapal ini akan mengangkut sekitar 250 juta barel minyak. Terakhir kali terjadinya hal seperti ini adalah setelah anjloknya harga minyak sampai di bawah nol dan tarif sewa kapal tanker melambung ke titik tertinggi dalam sejarah, ketika Tiongkok mengambil keuntungan dari minyak mentah murah untuk meningkatkan stok domestik.
Peningkatan pengiriman minyak disertai dengan tanda-tanda optimisme atas perbaikan permintaan minyak di Tiongkok meskipun virus corona membatasi aktivitas perjalanan selama periode Tahun Baru Imlek.
Direktur Pusat Riset Ekonomi Energi Tiongkok di Universitas Xiamen mengatakan kepada Global Times baru-baru ini bahwa optimisme dalam prakiraan dan pemulihan ekonomi yang signifikan di Tiongkok adalah pendorong utama bagi perusahaan minyak untuk meningkatkan impor minyak mentah. Nomura dan China International Capital Corporation memperkirakan ekonomi Tiongkok akan berkembang 9% per tahun, tertinggi dalam satu dekade.
Pada tahun 2020, total impor minyak mentah Tiongkok meningkat mencetak rekor baru meningkat 7.3% dari 2019 mencapai kisaran 540 juta ton, dengan nilai impor sebesar US$188 miliar, menurut Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok. Oil Chem, penyedia informasi energi dan kimia, memperkirakan impor minyak mentah Tiongkok akan mencapai 585 juta ton tahun ini, yang mencapai rekor baru dengan peningkatan 8.3%. Perlu diketahui bahwa kuota impor minyak mentah Tiongkok tahun 2021 adalah 18% lebih tinggi daripada kuota impor tahun lalu.
Seperti diketahui, Tiongkok adalah importir minyak mentah terbesar di dunia dengan 70% pasokan minyaknya berasal dari impor, maka pemulihan ekonomi Tiongkok merupakan katalis yang positif bagi industri kapal tanker. Melihat sejarahnya, pada semester I-2020 di mana minyak mentah dan produk minyak secara global yang berada dalam kapal penyimpanan terapung mencapai puncaknya dengan 215 juta barel pada akhir bulan Juni, volume kepadatan di pelabuhan di Tiongkok mengkontribusi sekitar 50% dari total volume global minyak dalam penyimpanan terapung selama kuartal III-2020 karena jumlah kedatangan kapal yang sangat besar.
Dengan banyaknya kapal tanker dunia yang menuju ke Tiongkok saat ini, diperkirakan kepadatan di pelabuhan Tiongkok akan terjadi dalam waktu dekat seperti yang terwujud pada pertengahan tahun lalu. Ditambah dengan optimisme pasar di Tiongkok, dapat diperkirakan bahwa kebutuhan atas tempat penyimpanan terapung gelombang kedua dan rekor tarif sewa tertinggi yang baru besar kemungkinan akan terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




