2020-2024, Pemerintah Targetkan Bangun 24,45 Juta Sambungan Rumah
Sabtu, 20 Februari 2021 | 00:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dalam Program Strategis Nasional (PSN) Rencana Pembangunan Jangka Menangah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah menargetkan membangun 24,45 juta sambungan rumah tangga dengan akses air minum layak perpipaan dan major project sebesar 10 juta sambungan rumah (SR).
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam penandatangan perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I secara virtual, Jumat (19/2/2021).
"Air bersih merupakan elemen dasar yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia. Yang saya nilai jauh lebih penting dari sekadar minyak bumi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). Kalau minyak bumi kita masih punya alternatif, tapi kalau air rasa-rasanya belum ada penggantinya," ucap Luhut.
Maka dari itu, upaya pembangunan infrastruktur air tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memegang target pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) di sektor air yaitu memastikan ketersediaan manajemen air bersih yang berkelanjutan.
Proyek SPAM Jatiluhur I yang ditandatangani hari ini, imbuh Luhut, masuk dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 sebagai PSN yang akan berkontribusi dalam proyek yang telah ditetapkan sebagai program pemerintah.
Dengan SPAM Jatiluhur I ini akan dialirkan air baku dari Waduk Jatiluhur sebesar 5000 liter/detik dengan panjang pipa 37,84 km serta sambungan rumah sebanyak 475.000 air yang akan dialirkan ke wilayah Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang sebagai penerima manfaat.
Adapun nilai investasi yang dikeluarkan untuk proyek SPAM Jatiluhur I ini sekitar Rp 1,7 triliun dengan target mulai pembangunan pada September 2021 dan selesai dalam 2,5 tahun sehingga dapat beroperasi pada awal 2024.
"Kita di sini bicara air. Nanti setelah ini, saya dengan menteri PUPR akan bicara air juga di tempat miskin tepatnya di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Di mana, kampung-kampung di sana sangat menderita dengan tidak adanya air, bersih," ungkap Luhut.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak proyek di daerah-daerah termiskin di luar Jawa yang masih kekurangan air. Setelah penandatanganan perjanjian diharapkan permasalahan di sisi hilir akan bisa diselesaikan sehingga target pemenuhan air minum bagi daerah yang menjadi target dapat diselesikan tepat pada waktunya.
Data terkini Kementerian PPN-Bappenas menunjukkan bahwa tingkat pelayananan air minum minimum yang layak pada 2018 masih sebesar 88%. Dengan demikian, masih terdapat selisih 12% untuk memenuhi cakupan target pelayanan prasarana air minum layak sesuai RPJMN 2020-2024. Untuk mencapai target akses air minum itulah, maka proyek unsolicited SPAM Jatiluhur I ini dibangun.
"Investasi di sektor air merupakan upaya yang kami apresiasi dari investor sebagai bagian dari pencegahan penyebaran Pandemi Covid-19 dan wabah lokal lainnnya," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




