Penurunan Bunga Acuan BI Dianggap Belum Berdampak ke Sektor Riil
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Penurunan Bunga Acuan BI Dianggap Belum Berdampak ke Sektor Riil

Rabu, 24 Februari 2021 | 16:01 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dinilai belum berdampak langsung terhadap sektor riil. BI telah menurunkan suku bunga ke level 3,5% dalam Rapat Dewan Gubernur. Idealnya dampak penurunan suku bunga acuan akan bisa dirasakan langsung oleh dunia usaha.

“Ini kok belum berpengaruh di bawah, di sektor riil. Ini juga kami kritik kemarin OJK (Otoritas Jasa Keuangan), apa ada yang salah atau memang situasinya belum memungkinkan,” ucap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi dalam seminar daring bertajuk “harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter” pada Rabu (24/2/2021).

Fathan mengatakan pihaknya juga menyoroti kinerja OJK. Pasalnya, BI sudah menurunkan suku bunga acuan, tetapi dunia usaha belum merasakan dampaknya. Jika dunia usaha belum pulih, maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan tertahan.

“Mengapa suku bunga sudah diturunkan tetapi sektor riil masih sulit mencari kredit. Bank-bank mengatakan likuiditas menumpuk tidak ada permintaan dimana missing linknya,” ucap Fathan.

Ia menuturkan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, OJK harus melakukan terobosan agar bisa ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi pemerintah dan otoritas terkait dibutuhkan agar bisa mengatasi dampak pandemi Covid-19. “Kami katakan kepada OJK, bahwa harus ada satu langkah besar, ada satu terobosan yang diharapkan sampai Mei, Juni menjadi kurva yang naik,” ucap Fathan.

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Jakarta Haryo Kuncoro menilai terjadinya missing link kebijakan karena kebijakan yang dibuat masih bersifat pre conditioning. Menurutnya setiap otoritas mempunyai independensi masing masing. Ada kendala regulasi yang tidak bisa terjun langsung seperti kebijakan BI yang tidak bisa langsung turun ke sektor riil. Demikian juga ada independensi BI yang tidak bisa dimasuki otoritas fiskal. “Kalau ada burden sharing apakah diimbangi power sharing, butuh waktu untuk menyelesaikan missing link ini,” ucapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BSBI Bantu DPR Awasi BI Percepat Pemulihan Ekonomi

Peran utama BSBI adalah membantu DPR dalam mengawasi serta memberikan masukan kebijakan bagi BI.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Rilis Proyek Baru, PP Properti Gercep Sambut Pelonggaran Uang Muka

PP Properti mengembangkan produk rumah tapak terbaru di perumahan Permata Puri Cibubur dengan rentang harga mulai dari Rp 500 jutaan.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.085 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.072- Rp 14.090 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Kadin Dorong Program Vokasi untuk Kebangkitan Ekonomi

Kadin Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi guna mempersiapkan generasi muda Indonesia.

EKONOMI | 24 Februari 2021

275 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun 21 Poin ke 6.251

Sementara indeks LQ-45 turun 8,4 poin (0,88%) ke level 950,7.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Kemperin Perkuat Struktur Infrastruktur Mutu Industri Nasional

Kemperin terus meningkatkan komitmennya dalam upaya mendukung peningkatan daya saing industri guna memacu produktivitas.

EKONOMI | 24 Februari 2021

IPCC Perpanjang Kontrak Kerja Sama dengan Daihatsu

ADM merupakan perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang diantaranya memproduksi dan melakukan ekspor-impor kendaraan bermotor.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Bursa Eropa Dibuka Beragam karena Investor Cerna Pernyataan the Fed

FTSE London dibuka melemah 17 poin pada 6.600.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Holding BUMN Ultra Mikro Perkuat Kelembagaan, Permodalan, dan Layanan

Perluasan jangkauan dan akses layanan kredit UMi sangat dibutuhkan masyarakat di segmen paling bawah.

EKONOMI | 24 Februari 2021

Bos BKPM: Masih Ada Harapan, Tesla Tidak Hengkang dari Indonesia

BKPM optimistis Tesla akan menanamkan modalnya di Indonesia.

EKONOMI | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS