ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penurunan Bunga Acuan BI Dianggap Belum Berdampak ke Sektor Riil

Rabu, 24 Februari 2021 | 15:52 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Mata uang rupiah dan dolar Amerika.
Mata uang rupiah dan dolar Amerika. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com- Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dinilai belum berdampak langsung terhadap sektor riil. BI telah menurunkan suku bunga ke level 3,5% dalam Rapat Dewan Gubernur. Idealnya dampak penurunan suku bunga acuan akan bisa dirasakan langsung oleh dunia usaha.

"Ini kok belum berpengaruh di bawah, di sektor riil. Ini juga kami kritik kemarin OJK (Otoritas Jasa Keuangan), apa ada yang salah atau memang situasinya belum memungkinkan," ucap Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi dalam seminar daring bertajuk "harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter" pada Rabu (24/2/2021).

Fathan mengatakan pihaknya juga menyoroti kinerja OJK. Pasalnya, BI sudah menurunkan suku bunga acuan, tetapi dunia usaha belum merasakan dampaknya. Jika dunia usaha belum pulih, maka laju pertumbuhan ekonomi juga akan tertahan.

"Mengapa suku bunga sudah diturunkan tetapi sektor riil masih sulit mencari kredit. Bank-bank mengatakan likuiditas menumpuk tidak ada permintaan dimana missing linknya," ucap Fathan.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, OJK harus melakukan terobosan agar bisa ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi pemerintah dan otoritas terkait dibutuhkan agar bisa mengatasi dampak pandemi Covid-19. "Kami katakan kepada OJK, bahwa harus ada satu langkah besar, ada satu terobosan yang diharapkan sampai Mei, Juni menjadi kurva yang naik," ucap Fathan.

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Jakarta Haryo Kuncoro menilai terjadinya missing link kebijakan karena kebijakan yang dibuat masih bersifat pre conditioning. Menurutnya setiap otoritas mempunyai independensi masing masing. Ada kendala regulasi yang tidak bisa terjun langsung seperti kebijakan BI yang tidak bisa langsung turun ke sektor riil. Demikian juga ada independensi BI yang tidak bisa dimasuki otoritas fiskal. "Kalau ada burden sharing apakah diimbangi power sharing, butuh waktu untuk menyelesaikan missing link ini," ucapnya. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

Prabowo Perintahkan Bunga Kredit Prasejahtera di Bawah 9 Persen

EKONOMI
Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

Harga Perak Dunia Melemah Ikuti Emas

EKONOMI
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 1 Persen

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

Harga Perak Dunia Ikut Naik 3,15 Persen Ditopang Sentimen Selat Hormuz

EKONOMI
Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

Harga Emas Dunia Menguat setelah Iran Pastikan Selat Hormuz Dibuka

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon