Capai Rp89 Miliar, Laba Tugu Pratama Lampaui Target
Selasa, 25 September 2012 | 21:17 WIB
Perseroan akan meluncurkan produk asuransi untuk mengurangi potensi keluarnya devisa ke luar negeri.
PT Tugu Pratama Indonesia (TPI) pada Januari-Agustus 2012 membukukan laba bersih Rp138,87 miliar, tumbuh 56,86 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp88,53 miliar.
Realisasi tersebut melampaui rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp132,10 miliar.
Direktur Keuangan dan Jasa Korporat TPI, Hendroyono mengatakan, perolehan tersebut karena penerapan manajemen risiko dan pengelolaan investasi. Hingga periode tersebut, perseroan menghimpun premi bruto sebesar Rp944,91 miliar, atau 55,34 persen terhadap target premi tahun ini yakni Rp1,71 triliun.
"Realisasi laba hingga periode Agustus tersebut telah melampaui RKAP yang kami tetapkan di awal tahun ini. Kami optimistis sampai akhir tahun target tercapai," katanya pada jumpa pers paparan kinerja Tugu Pratama Indonesia, di Jakarta, hari ini.
Disebutkan, premi bruto didominasi bisnis fire insurance Rp346,68 miliar, offshore Rp164,23 miliar, marine hull Rp127,77 miliar, marine cargo Rp78,37 miliar, aviation Rp74,28 miliar, dan engineering Rp59,07 miliar.
Selain itu, ada premi dari bisnis public liability Rp53,29 miliar, accident and health Rp18,49 miliar, onshore Rp9,64 miliar, miscellaneous Rp9,81 miliar, motor vehicle Rp2,75 miliar, serta suretyship Rp480 juta.
"Kontribusi perolehan premi tersebut sebesar 52 persen berasal dari Pertamina Group, dari BP Migas 17 persen, dan lain-lain 30 persen," ujar dia.
Data keuangan perseroan ini menunjukkan, hasil underwriting periode 31 Agustus 2012 sebesar Rp199,20 miliar, tumbuh 110 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp181,09 miliar. Realisasi tersebut mencapai 73,94 persen terhadap RKAP 2012 perseroan.
Total aset TPI sendiri mencapai Rp2,47 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp1,61 triliun. Sedangkan realisasi hasil investasi perseroan sebesar Rp71,30 miliar atau 67,78 p ersen terhadap RKAP 2012.
"Sementara klaim bruto yang dibayarkan sebesar Rp370,45 miliar, atau 46,73 persen terhadap RKAP tahun ini. Klaim tersebut melonjak 200,11 persen dibandingkan periode 31 Agustus 2011 yang senilai Rp185,12 miliar. Lonjakan pembayaran klaim tersebut karena adanya pembayaran untuk klaim yang terjadi di tahun sebelumnya," jelas Hendroyono.
Rambah Segmen Konsumer
Direktur Teknik TPI Choky L Tobing mengatakan, perusahaan itu akan fokus untuk mengembangkan segmen asuransi non-migas.
Selama ini, mayoritas bisnis TPI berada di sektor minyak dan gas (migas). Sedangkan dalam waktu dua bulan mendatang, perseroan akan meluncurkan produk asuransi untuk mengurangi potensi keluarnya devisa ke luar negeri. "Tahun depan, kami juga akan masuk ke segmen konsumer. Saat ini, kami tengah menyiapkan perangkat pendukung," kata dia.
Saham TPIdimiliki oleh PT Pertamina (Persero) sebesar 65 persen, PT Sakti Laksana Prima 17,60 persen, Siti Taskiyah 12,15 persen, dan Mohamad Satya Permadi 5,25 persen.
TPI memiliki empat anak usaha, yakni PT Tugu Pratama Interindo yang bergerak di bidang investasi, PT Tugu Insurance Company yang beroperasi di Hong Kong di bidang asuransi umum, PT Asuransi Samsung Tugu yang bergerak di bidang asuransi umum, serta PT Asuransi MAIPARK Indonesia dengan bisnis asurasi umum dengan risiko khusus.
TPI juga punya enam cucu usaha, yakni PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri di bidang asuransi jiwa, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di bidang reasuransi, PT Pratama Mitra Sejati di bidang properti dan penyewaan kendaraan, PT Synergy RMC di bidang survei risiko, serta PT Asuransi Staco Mandiri di bidang asuransi umum.
TPI menawarkan produk-produk asuransi mulai dari energy insurance, marine insurance, aviation insurance, satellite and space insurance, engineering insurance, liability insurance, surety bond, health insurance, hingga asuransi kendaraan bermotor.
PT Tugu Pratama Indonesia (TPI) pada Januari-Agustus 2012 membukukan laba bersih Rp138,87 miliar, tumbuh 56,86 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp88,53 miliar.
Realisasi tersebut melampaui rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp132,10 miliar.
Direktur Keuangan dan Jasa Korporat TPI, Hendroyono mengatakan, perolehan tersebut karena penerapan manajemen risiko dan pengelolaan investasi. Hingga periode tersebut, perseroan menghimpun premi bruto sebesar Rp944,91 miliar, atau 55,34 persen terhadap target premi tahun ini yakni Rp1,71 triliun.
"Realisasi laba hingga periode Agustus tersebut telah melampaui RKAP yang kami tetapkan di awal tahun ini. Kami optimistis sampai akhir tahun target tercapai," katanya pada jumpa pers paparan kinerja Tugu Pratama Indonesia, di Jakarta, hari ini.
Disebutkan, premi bruto didominasi bisnis fire insurance Rp346,68 miliar, offshore Rp164,23 miliar, marine hull Rp127,77 miliar, marine cargo Rp78,37 miliar, aviation Rp74,28 miliar, dan engineering Rp59,07 miliar.
Selain itu, ada premi dari bisnis public liability Rp53,29 miliar, accident and health Rp18,49 miliar, onshore Rp9,64 miliar, miscellaneous Rp9,81 miliar, motor vehicle Rp2,75 miliar, serta suretyship Rp480 juta.
"Kontribusi perolehan premi tersebut sebesar 52 persen berasal dari Pertamina Group, dari BP Migas 17 persen, dan lain-lain 30 persen," ujar dia.
Data keuangan perseroan ini menunjukkan, hasil underwriting periode 31 Agustus 2012 sebesar Rp199,20 miliar, tumbuh 110 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp181,09 miliar. Realisasi tersebut mencapai 73,94 persen terhadap RKAP 2012 perseroan.
Total aset TPI sendiri mencapai Rp2,47 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp1,61 triliun. Sedangkan realisasi hasil investasi perseroan sebesar Rp71,30 miliar atau 67,78 p ersen terhadap RKAP 2012.
"Sementara klaim bruto yang dibayarkan sebesar Rp370,45 miliar, atau 46,73 persen terhadap RKAP tahun ini. Klaim tersebut melonjak 200,11 persen dibandingkan periode 31 Agustus 2011 yang senilai Rp185,12 miliar. Lonjakan pembayaran klaim tersebut karena adanya pembayaran untuk klaim yang terjadi di tahun sebelumnya," jelas Hendroyono.
Rambah Segmen Konsumer
Direktur Teknik TPI Choky L Tobing mengatakan, perusahaan itu akan fokus untuk mengembangkan segmen asuransi non-migas.
Selama ini, mayoritas bisnis TPI berada di sektor minyak dan gas (migas). Sedangkan dalam waktu dua bulan mendatang, perseroan akan meluncurkan produk asuransi untuk mengurangi potensi keluarnya devisa ke luar negeri. "Tahun depan, kami juga akan masuk ke segmen konsumer. Saat ini, kami tengah menyiapkan perangkat pendukung," kata dia.
Saham TPIdimiliki oleh PT Pertamina (Persero) sebesar 65 persen, PT Sakti Laksana Prima 17,60 persen, Siti Taskiyah 12,15 persen, dan Mohamad Satya Permadi 5,25 persen.
TPI memiliki empat anak usaha, yakni PT Tugu Pratama Interindo yang bergerak di bidang investasi, PT Tugu Insurance Company yang beroperasi di Hong Kong di bidang asuransi umum, PT Asuransi Samsung Tugu yang bergerak di bidang asuransi umum, serta PT Asuransi MAIPARK Indonesia dengan bisnis asurasi umum dengan risiko khusus.
TPI juga punya enam cucu usaha, yakni PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri di bidang asuransi jiwa, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di bidang reasuransi, PT Pratama Mitra Sejati di bidang properti dan penyewaan kendaraan, PT Synergy RMC di bidang survei risiko, serta PT Asuransi Staco Mandiri di bidang asuransi umum.
TPI menawarkan produk-produk asuransi mulai dari energy insurance, marine insurance, aviation insurance, satellite and space insurance, engineering insurance, liability insurance, surety bond, health insurance, hingga asuransi kendaraan bermotor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




