Fokus Pasar: Inflasi dan Indeks Manufaktur Diperkirakan Naik
Jumat, 26 Maret 2021 | 09:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menjelang akhir pekan, para pelaku pasar mengantisipasi risiko pertumbuhan ekonomi yang di bawah harapan, menjelang keluarnya data indeks manufaktur PMI Indonesia pada pekan depan.
Pilarmas Sekuritas menjelaskan, hal tersebut otomatis menjadi tekanan bagi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terbukti dengan terus tertekan sejak awal pekan lalu. Adapun, berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh Trading Economics, PMI Manufaktur pada bulan Maret tumbuh menjadi 52 dari sebelumnya 50,9.
Naiknya produktivitas pabrik dinilai menjadi penopang pertumbuhan industri manufaktur. Inflasi diproyeksikan tumbuh menjadi 1,6% YoY dari sebelumnya 1,38%.
"Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan adanya kenaikan inflasi pada bulan Maret 2021. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2021, inflasi diperkirakan naik sebesar 0,09% secara bulanan," jelas Pilarmas dalam riset harian, Jumat (26/3/2021).
Dengan perkembangan tersebut, Pilarmas melanjutkan, perkiraan inflasi Maret 2021 secara tahun kalender sebesar 0,45% YTD dan secara tahunan sebesar 1,37% YoY. Kontributor Inflasi Maret 2021 sampai dengan minggu ketiga yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,04% secara bulanan/Month on Month (MoM) bawang merah sebesar 0,03%.
Kemudian, ikan mas dan tomat masing-masing sebesar 0,01% MoM. Komoditas lainya yang mengalami penurunan harga sehingga memberi andil pada deflasi, seperti cabai merah dan emas perhiasan yang masing-masing turun tipis 0,03% MoM.
Sementara itu, kabar dari Ketua The Fed Jerome Powell dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Yellen menjadi perhatian pasar atas langkah apa yang akan dilakukan kedepanya untuk menanggapi situasi yang ada.
Powell memastikan, bahwa Bank Sentral The Fed sepenuhnya akan menunggu perekonomian hingga benar benar pulih sebelum dukungan stimulus moneternya dihentikan
"Sebelum The Fed melihat kemajuan secara substansial lebih lanjut untuk mengejar tujuan kami, tentu kami akan terus mendukung melalui kebijakan moneter," kata dia.
Namun, Pilarmas menilai, apabila kemajuan secara substansial sudah mulai terlihat, The Fed secara bertahap diperkirakan mengurangi jumlah pembelian obligasi dan mortgage.
Kemudian, dalam jangka waktu yang panjang, The Fed memiliki kemungkinan untuk menaikkan tingkat suku bunga. Jadi kami akan melakukan semua ini secara bertahap, dari waktu ke waktu dengan transparansi yang dimana prosesnya tentu saja dapat dilihat
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




