Citi Indonesia Jadi Emisi Obligasi BUMN US$1 Miliar
Selasa, 2 Oktober 2012 | 18:24 WIB
Tren penerbitan obligasi rupiah saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun obligasi dollar masih menjadi pendanaan yang diminati
Unit bisnis Global Banking Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) bakal menangani penerbitan obligasi dollar (global bond) sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar US$1 miliar. Citi Indonesia akan bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) obligasi tersebut.
“Tahun ini, kami menangani dua global bond BUMN. Yang sudah selesai itu Pertamina. Kalau satu lagi, masih rahasia, tapi BUMN juga. Nilainya US$1 miliar,” ungkap Head of Corporate and Investment Citi Indonesia Kunardy Lie seusai jumpa pers kerja sama dengan Bank Andara di Jakarta, hari ini.
Menurut Kunardy, tren penerbitan obligasi rupiah saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun obligasi dollar masih menjadi pendanaan yang diminati sejumlah korporasi besar.
“Dollar bond itu banyak diminati perusahaan swasta juga, karena bulat untuk 10 tahun, tidak ada amortisasi, lagipula yield-nya rendah,” ujarnya.
Menurut Kunardy, jika penerbitan obligasi digunakan untuk capital expenditure (capex), kemungkinannya akan ditunda. Namun, jika penerbitan tersebut untuk refinancing, korporasi tetap akan melakukannya di tengah pasar yang lesu.
“Jadi ini mungkin ada hubungannya dengan global slowdown, perusahaan harus tahu pemakaiannya untuk apa,” tukas Kunardy.
Sedangkan di sisi tren penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dia menilai investor masih cenderung wait and see. Kalaupun investor memutuskan masuk ke pasar, diskon yang diminta cenderung lebih besar. Sebab itu, korporasi lebih melihat kesempatan di dollar bond atau fixed income lainnya lebih baik.
“Market masih volatile, jadi kalau cari likuiditas memang sekarang lebih ke fixed income. Bunganya rendah. Untuk bank yang membantu jadi underwriter itu harus pandai-pandai melihat timing yang pas,” tuturnya.
Unit bisnis Global Banking Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia) bakal menangani penerbitan obligasi dollar (global bond) sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar US$1 miliar. Citi Indonesia akan bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) obligasi tersebut.
“Tahun ini, kami menangani dua global bond BUMN. Yang sudah selesai itu Pertamina. Kalau satu lagi, masih rahasia, tapi BUMN juga. Nilainya US$1 miliar,” ungkap Head of Corporate and Investment Citi Indonesia Kunardy Lie seusai jumpa pers kerja sama dengan Bank Andara di Jakarta, hari ini.
Menurut Kunardy, tren penerbitan obligasi rupiah saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun obligasi dollar masih menjadi pendanaan yang diminati sejumlah korporasi besar.
“Dollar bond itu banyak diminati perusahaan swasta juga, karena bulat untuk 10 tahun, tidak ada amortisasi, lagipula yield-nya rendah,” ujarnya.
Menurut Kunardy, jika penerbitan obligasi digunakan untuk capital expenditure (capex), kemungkinannya akan ditunda. Namun, jika penerbitan tersebut untuk refinancing, korporasi tetap akan melakukannya di tengah pasar yang lesu.
“Jadi ini mungkin ada hubungannya dengan global slowdown, perusahaan harus tahu pemakaiannya untuk apa,” tukas Kunardy.
Sedangkan di sisi tren penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dia menilai investor masih cenderung wait and see. Kalaupun investor memutuskan masuk ke pasar, diskon yang diminta cenderung lebih besar. Sebab itu, korporasi lebih melihat kesempatan di dollar bond atau fixed income lainnya lebih baik.
“Market masih volatile, jadi kalau cari likuiditas memang sekarang lebih ke fixed income. Bunganya rendah. Untuk bank yang membantu jadi underwriter itu harus pandai-pandai melihat timing yang pas,” tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




